Meski Jenuh Tetap Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan 3M
Sabtu, 05 Desember 2020 - 07:46 WIB
loading...
A
A
A
"Setelah Kawasan Industri MM2100, Satgas Penanganan Covid-19 Jabar akan menggelar tes di kawasan industri lainnya. Nanti kita akan ke kawasan industri di Subang, minggu depan ada di Jababeka, mungkin kita ke kawasan-kawasan lain. Sementara ini kita (fokus) di industri, nanti juga akan ke segmen yang lain," katanya.
Wakil Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Letkol Asep Sugiharto mengatakan, swab test kali ini digelar untuk menindaklanjuti adanya beberapa kerumunan yang melibatkan karyawan pabrik. "Kegiatan tes swab di kawasan industri yang saat ini dilakukan sebenarnya langkah dari pemerintah setelah adanya kerumunan massa beberapa waktu yang lalu seperti demonstrasi dan kerumunan lainnya," terang Asep. (Baca juga: Orang Bta di Mata Imam Ahmad bin Hanbal)
Adapun sasaran swab test kali ini adalah karyawan yang ikut dalam demonstrasi dan karyawan yang keluarganya positif Covid-19. Dengan begitu swab test akan tepat sasaran dan berdasarkan data yang valid. "Jadi ini ada enam kluster prioritas, salah satunya adalah karyawan di kluster industri. Kemudian ke depan juga pilkada sedang kita rapid test, pondok-pondok pesantren, kluster rumah tangga, dan kluster lainnya," katanya.
Sementara itu Ketua FKKSM Kawasan Industri MM2100 yang juga ketua penyelenggara swab test Vidi Christianto melaporkan bahwa swab test kali ini melibatkan 72 perusahaan dan 13.000 karyawan. Rencananya, kata Vidi, swab test masif ini akan digelar selama satu pekan sehingga dalam sehari pihaknya akan mengetes sekitar 2.200 karyawan.
"Kegiatan ini awalnya diikuti 72 perusahaan dan totalnya ada sekitar 13.000 (peserta). Namun untuk awal kick off ini kita melibatkan kurang lebih sekitar 28 perusahaan dengan total peserta sekitar 2.200. Harapannya dari sini kita bisa tracing untuk kluster industri," kata Vidi. (Lihat videonya: Tips Menjaga Kebersihan Rumah dari Droplet dan Virus)
Vidi menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Satgas Penanganan Covid-19 dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi dalam melakukan pelacakan kontak erat manakala ada karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19.
"Kita bekerja sama juga dengan Satgas Kabupaten Bekasi, kita juga sudah data berdasarkan perusahaan, tempat tinggal, kelurahan. Di situ kita akan tracing nanti. Jadi dari data ini Dinkes akan follow-up ke rumah-rumahnya. Kalau kita dari perusahaan akan tracing di lingkup internal perusahaan masing-masing," sebutnya. (Binti Mufarida/Agung Bakti Sarasa)
Wakil Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Letkol Asep Sugiharto mengatakan, swab test kali ini digelar untuk menindaklanjuti adanya beberapa kerumunan yang melibatkan karyawan pabrik. "Kegiatan tes swab di kawasan industri yang saat ini dilakukan sebenarnya langkah dari pemerintah setelah adanya kerumunan massa beberapa waktu yang lalu seperti demonstrasi dan kerumunan lainnya," terang Asep. (Baca juga: Orang Bta di Mata Imam Ahmad bin Hanbal)
Adapun sasaran swab test kali ini adalah karyawan yang ikut dalam demonstrasi dan karyawan yang keluarganya positif Covid-19. Dengan begitu swab test akan tepat sasaran dan berdasarkan data yang valid. "Jadi ini ada enam kluster prioritas, salah satunya adalah karyawan di kluster industri. Kemudian ke depan juga pilkada sedang kita rapid test, pondok-pondok pesantren, kluster rumah tangga, dan kluster lainnya," katanya.
Sementara itu Ketua FKKSM Kawasan Industri MM2100 yang juga ketua penyelenggara swab test Vidi Christianto melaporkan bahwa swab test kali ini melibatkan 72 perusahaan dan 13.000 karyawan. Rencananya, kata Vidi, swab test masif ini akan digelar selama satu pekan sehingga dalam sehari pihaknya akan mengetes sekitar 2.200 karyawan.
"Kegiatan ini awalnya diikuti 72 perusahaan dan totalnya ada sekitar 13.000 (peserta). Namun untuk awal kick off ini kita melibatkan kurang lebih sekitar 28 perusahaan dengan total peserta sekitar 2.200. Harapannya dari sini kita bisa tracing untuk kluster industri," kata Vidi. (Lihat videonya: Tips Menjaga Kebersihan Rumah dari Droplet dan Virus)
Vidi menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Satgas Penanganan Covid-19 dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi dalam melakukan pelacakan kontak erat manakala ada karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19.
"Kita bekerja sama juga dengan Satgas Kabupaten Bekasi, kita juga sudah data berdasarkan perusahaan, tempat tinggal, kelurahan. Di situ kita akan tracing nanti. Jadi dari data ini Dinkes akan follow-up ke rumah-rumahnya. Kalau kita dari perusahaan akan tracing di lingkup internal perusahaan masing-masing," sebutnya. (Binti Mufarida/Agung Bakti Sarasa)
(ysw)
Lihat Juga :