Dialog 212 Dihadiri Banyak Tokoh, Pengamat: Sudah Jadi Komunitas Politik

loading...
Dialog 212 Dihadiri Banyak Tokoh, Pengamat: Sudah Jadi Komunitas Politik
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, gerakan 212 sudah berubah bentuk menjadi komunitas politik. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Kegiatan Dialog Nasional 212 yang dilaksanakan secara virtual dihadiri banyak tokoh. Dialog tersebut digelar sebagai pengganti Reuni 212 yang batal dilakukan di Monas karena kebijakan pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19.

Dialog itu langsung menghadirkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) dan para alumni 212. Kegiatan yang dipandu Ustaz Haikal Hassan itu juga dihadiri tokoh yang selama ini berseberangan dengan pemerintahan Jokowi seperti Gatot Nurmantyo, Amien Rais, Din Syamsudin, Rocky Gerung, Fadli Zon, Mardani Ali Sera, Refly Harun, Said Didu, Ahmad Dhani, hingga Ekonom senior, Rizal Ramli dan tokoh lainnya. (Baca juga: Dialog Nasional 212, Habib Rizieq Serukan Revolusi Penegakan Hukum)

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, gerakan 212 sudah berubah bentuk dari semangat awal gerakan ini dideklarasikan. "212 sudah jadi komunitas politik. Tempat orang yang selama ini kritis ke pemerintah," kata Adi saat dihubungi SINDOnews, Rabu (2/12/2020). (Baca juga: Habib Rizieq Kenang Peristiwa 212, Sebut Ada Tiga Spirit Persaudaraan)

Dengan begitu, Adi menilai wajar jika tokoh yang hadir dalam setiap kegiatan yang terasosiasi dengan kelompok 212 hanya itu-itu saja. Menurut dia, akan hadi heboh jika yang hadir di 212 itu datang dari unsur pemerintah. Faktanya, menurut Adi, Menko Polhukam, Mahfud MD yang diundang dalam kegiatan itu menolak hadir. Analis politik asal UIN Jakarta ini memandang, bisa jadi ketidakhadiran tokoh lain di luar tokoh yang itu-itu saja karena menganggap kegiatan itu sebatas dialog yang tak menghadirkan solusi apa-apa. "Lalu apa yang bisa diperbuat setelah reuni 212 itu? Apa yang mereka sumbangkan untuk indonesia di tengah krisis kesehatan dan ekonomi begini," tanya Adi.



(cip)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top