Skenario Haji 2020, Dipangkas 50% atau Batal
Selasa, 12 Mei 2020 - 06:42 WIB
loading...
A
A
A
Hal senda diungkapkan Konsul Jenderal Inggris di Jeddah, Seif Usher, meminta warga Muslim Inggris untuk menunggu pengumuman Saudi sebelum melaksnakan haji. "Kementerian Luar Negeri Inggris juga meminta warganya untuk tidak berpegian untuk urusal yang tidak penting saat ini," katanya dilansir Arab News.
Arab Saudi memang berpengalaman dalam hal karantina penyakit menular selama periode haji. Pada 1865, saat wabah kolera melanda Mekkah saat musim haji, para jamaah haji harus menjalani pemeriksaan yang ketat.
Pakar sejarah Saudi, Profesor Adnan Adas, mengatakan, Saudi memiliki pengalaman dalam hal karantina jamaah haji untuk mencegah penyebaran penyakit menular. "Praktek karantina dilakukan di Pulau Abu Saad dan Al-Wasita dekat Jeddah,"katanya.
Saat wabah flu Spanyol pada 1918-1919 melanda Semenanjung Arab, ribuan orang meninggal. Kemudiaan, saat wabah penyakit pada 1955, Saudi juga membangun rumah sakit Al-Mahjar di Jeddah.
Persiapan Dihentikan
Karena ketidakjelasan pelaksanaan ibadah haji, Kemenag memutuskan menghentikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2020 M/1441 H di Arab Saudi, meskipun sebagian persiapan telah dilakukan di sana maupun di dalam negeri. (Baca juga: Kemenag Pastikan Persiapan Haji 2020 Terus Jalan)
Zainut Tauhid kemudian memaparkan, penyelenggaraan ibadah haji di Saudi Arabia ini terdapat akomodasi di Madinah sebanyak 86 hotel. Menurut dia, penyediaan akomodasi di tersebut belum dapat dilanjutkan karena belum mendapatkan jadwal penerbangan.
"Progress penyediaan akomodasi di Mekkah, jumlah akomodasi 182, akomodasi cadangan 4 hotel dengan kapasitas 1990, persentase 99,38 persen,” papar Zainut.
Kemudian, penyediaan konsumsi jemaah haji sudah selesai pada tahapan peserta yang lolos verifikasi dokumen. Untuk konsumsi, total ada 71 perusahaan dan sudah ada kesepakatan harga.
Sedangkan layanan transportasi perhajian, transportasi sholawat dan perkotaan dilakukan setelah calon penyedia transportasi lulus pengujian akhir, untuk selanjutnya melakukan negosiasi harga. Hingga kemarin, persialan tersebut belum dapat dilaksanakan. “Sampai saat ini belum dilakukan negosiasi. Akan segera dituntaskan hingga situasi memungkinkan,” ujarnya.
Menurut Zainut, seluruh persiapan layanan ibadah haji tahun ini di Arab Saudi dihentikan sampai adanya kesepakatan harga. Hal ini sesuai dengan pernyataan otoritas haji kerajaan Arab Saudi kepada Menag RI. “Ibadah haji khusus belum ada pihak yang melakukan layanan, konsumsi transportasi di saudi. Prores ibadah haji khusus masih dalam proses pelunasan BPIH khusus,” tambah politikus PPP itu. (Kiswondari/Andika Hendra Mustakim)
Arab Saudi memang berpengalaman dalam hal karantina penyakit menular selama periode haji. Pada 1865, saat wabah kolera melanda Mekkah saat musim haji, para jamaah haji harus menjalani pemeriksaan yang ketat.
Pakar sejarah Saudi, Profesor Adnan Adas, mengatakan, Saudi memiliki pengalaman dalam hal karantina jamaah haji untuk mencegah penyebaran penyakit menular. "Praktek karantina dilakukan di Pulau Abu Saad dan Al-Wasita dekat Jeddah,"katanya.
Saat wabah flu Spanyol pada 1918-1919 melanda Semenanjung Arab, ribuan orang meninggal. Kemudiaan, saat wabah penyakit pada 1955, Saudi juga membangun rumah sakit Al-Mahjar di Jeddah.
Persiapan Dihentikan
Karena ketidakjelasan pelaksanaan ibadah haji, Kemenag memutuskan menghentikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2020 M/1441 H di Arab Saudi, meskipun sebagian persiapan telah dilakukan di sana maupun di dalam negeri. (Baca juga: Kemenag Pastikan Persiapan Haji 2020 Terus Jalan)
Zainut Tauhid kemudian memaparkan, penyelenggaraan ibadah haji di Saudi Arabia ini terdapat akomodasi di Madinah sebanyak 86 hotel. Menurut dia, penyediaan akomodasi di tersebut belum dapat dilanjutkan karena belum mendapatkan jadwal penerbangan.
"Progress penyediaan akomodasi di Mekkah, jumlah akomodasi 182, akomodasi cadangan 4 hotel dengan kapasitas 1990, persentase 99,38 persen,” papar Zainut.
Kemudian, penyediaan konsumsi jemaah haji sudah selesai pada tahapan peserta yang lolos verifikasi dokumen. Untuk konsumsi, total ada 71 perusahaan dan sudah ada kesepakatan harga.
Sedangkan layanan transportasi perhajian, transportasi sholawat dan perkotaan dilakukan setelah calon penyedia transportasi lulus pengujian akhir, untuk selanjutnya melakukan negosiasi harga. Hingga kemarin, persialan tersebut belum dapat dilaksanakan. “Sampai saat ini belum dilakukan negosiasi. Akan segera dituntaskan hingga situasi memungkinkan,” ujarnya.
Menurut Zainut, seluruh persiapan layanan ibadah haji tahun ini di Arab Saudi dihentikan sampai adanya kesepakatan harga. Hal ini sesuai dengan pernyataan otoritas haji kerajaan Arab Saudi kepada Menag RI. “Ibadah haji khusus belum ada pihak yang melakukan layanan, konsumsi transportasi di saudi. Prores ibadah haji khusus masih dalam proses pelunasan BPIH khusus,” tambah politikus PPP itu. (Kiswondari/Andika Hendra Mustakim)
(ysw)
Lihat Juga :