Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Gerindra Minta Maaf ke Jokowi dan Masyarakat
Jum'at, 27 November 2020 - 21:26 WIB
loading...
KPK membuka peluang mengusut aliran uang suap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ke Partai Gerindra. Foto/SINDOnews/Adam Erlangga
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani angkat bicara terkait penetapan tersangka mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KKP) dan mantan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster (benur).
(Baca juga: Wali Kota Cimahi Ditangkap KPK terkait Suap RS Cimahi)
Hal ini disampaikan Muzani melalui Gerindra TV yang tersebar di kalangan media, sekira pukul 18.00 WIB.
(Baca juga: Sudah Ada Tersangka, 5 Pejabat Swasta Diperiksa KPK Terkait Korupsi Stadion Mandala)
"Menanggapi peristiwa Rabu, 25 November 2020 di Bandara Soetta yang menimpa Edhy Prabowo, maka DPP Gerindra merasa perlu menyampaikan hal-hal sebagai berikut," kata Muzani dalam video keterangannya, Jumat (27/11/2020).
Muzani menyampaikan, Gerindra menghormati sepenuhnya proses hukum yang dilakukan KPK terhadap dugaan yang dilakukan Edhy Prabowo, karena itu Gerindra percaya sepenuhnya dalam menangani masalah ini kepada KPK.
(Baca juga: Wali Kota Cimahi Ditangkap KPK terkait Suap RS Cimahi)
Hal ini disampaikan Muzani melalui Gerindra TV yang tersebar di kalangan media, sekira pukul 18.00 WIB.
(Baca juga: Sudah Ada Tersangka, 5 Pejabat Swasta Diperiksa KPK Terkait Korupsi Stadion Mandala)
"Menanggapi peristiwa Rabu, 25 November 2020 di Bandara Soetta yang menimpa Edhy Prabowo, maka DPP Gerindra merasa perlu menyampaikan hal-hal sebagai berikut," kata Muzani dalam video keterangannya, Jumat (27/11/2020).
Muzani menyampaikan, Gerindra menghormati sepenuhnya proses hukum yang dilakukan KPK terhadap dugaan yang dilakukan Edhy Prabowo, karena itu Gerindra percaya sepenuhnya dalam menangani masalah ini kepada KPK.
Lihat Juga :