Pengamat: Edhy Prabowo Ditangkap, Gerindra dan Jokowi Hadapi Dilema

Jum'at, 27 November 2020 - 07:56 WIB
loading...
Pengamat: Edhy Prabowo...
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disarankan untuk mundur dari jabatan Menteri Pertahanan (Menhan). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menahan eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo atas kasus dugaan suap terkait izin ekspor benih lobster. Terkait hal tersebut, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disarankan untuk mundur dari jabatan Menteri Pertahanan (Menhan).

(Baca juga : IPW Sebut Tantangan Calon Kapolri Selanjutnya Adalah Persoalan Internal Polri )

"Tawaran terbaik bagi Gerindra adalah dengan sikap ksatria Prabowo mundur dari Menhan, setidaknya itu menyelamatkan dua hal. Pertama, nama baik Prabowo sendiri yang selama ini sering menarasikan antikorupsi. Kedua, baik Gerindra untuk menjaga kepercayaan publik," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah kepada SINDOnews, Jumat (27/11/2020). (Baca juga: Soal Pengganti Edhy Prabowo di KKP, Gerindra Serahkan ke Jokowi)

Sekadar diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Pertahanan merupakan dua jatah kursi yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Partai Gerindra setelah partai besutan Prabowo Subianto itu bergabung ke pemerintah. "Ini akan dilematis, Gerindra tidak miliki daya tawar terhadap Presiden karena kasus korupsi, sementara Presiden perlu menjaga komitmen pemberantasan korupsi dengan tidak menempatkan kader Gerindra di tempat yang sudah dicederai," ujar Dedi Kurnia Syah. (Baca juga: Kursi Menteri Kelautan dan Perikanan Jadi Incaran Partai-partai)

Pengamat: Edhy Prabowo Ditangkap, Gerindra dan Jokowi Hadapi Dilema


Dia berpendapat, Partai Gerindra dimungkinkan untuk dialog dengan Presiden Jokowi agar porsi Gerindra di kabinet tetap, meskipun tidak di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). "Hanya saja, kondisi ini akan berimbas elektoral pada Gerindra, publik bisa saja secara signifikan tidak percaya pada Gerindra, terlebih ini adalah kali pertama Edhy Prabowo menjadi menteri, dengan durasi pendek dan sudah terjerat korupsi," pungkasnya.

(Baca juga : Marion Jola, Laleilmanino, dan Yovie Widianto Berjaya di AMI Awards 2020 )

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
China Targetkan 1,6...
China Targetkan 1,6 Juta Truk Listrik pada Tahun 2030
Berita Terkini
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved