Kompolnas Ungkap Kriteria Ideal Kapolri Pengganti Idham Azis

Jum'at, 27 November 2020 - 04:23 WIB
loading...
Kompolnas Ungkap Kriteria...
Kompolnas mengungkapkan setidaknya lima kriteria calon kapolri pengganti Jenderal Pol Idham Azis di luar syarat jenjang kepangkatan. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Nama-nama kuat calon kapolri mulai mengemuka di publik, seiring dengan semakin dekatnya masa jabatan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis . Terkait calon Kapolri, Komisi Kepolisian Nasional ( Kompolnas ) memiliki sejumlah kriteria yang perlu dimiliki ataupun memilih seorang calon Kapolri.

Komisioner Kompolnas, Yusuf Warsyim berpandangan, kepolisian harus bisa mencapai sasaran yang strategis dan untuk mencapainya, ada kriteria strategis yang coba diangkat dan digali di tengah-tengah masyarakat melalui pendapat dan opini masyarakat. Serta, bagaimana pendapat para purnawirawan dan para mantan Kapolri.

“Kalau coba kita selaraskan, ada satu konsep misalnya kepolisian yang demokratis. Ini adalah strategis kepolisian yang demokratis itu sesungguhnya hal yang harus diperhatikan,” kata Yusuf dalam diskusi yang bertajuk “Siapa Calon Kapolri Pilihan Jokowi?” di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (26/11/2020).

(Baca: Jokowi Diyakini Sudah Kantongi Nama Calon Kapolri Pengganti Idham Azis)

Kemudian, Yusuf menyampaikan beberapa hal yang menjadi kriteria Kapolti ke depan. Yakni pertama, pelayanan publik; kedua, melakukan tugas sesuai dengan kehendak hukum. Jika ada yang melanggar hukum, harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku; ketiga, transparansi dan akuntabilitas; dan keempat, hak asasi manusia (HAM), perlindungan ekonomi, sosial dan budaya. Dalam konteks ini, bagaimana peran Polri menghidupkan masyarakat, dalam sinergitas Polri dan masyarakat

“Karena Polri ada di dalam masyarakat sebenarnya tidak diperlukan sinergitas antara Polri dan masyarakat, karena sudah ada di dalam masyarakat dalam konteks ini,” terangnya.

(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang calon presiden 2024)

“Untuk mencapai sasaran yang strategis yang berbasis pelayanan maka Polri harus berada dekat di dalam masyarakat tidak berjarak. Ini yang menjadi kriteria strategis untuk calon Kapolri kita ke depan Bagaimana menjalani dengan konsep kepolisian yang demokratis,” tambah Yusuf.

Yusuf melanjutkan, hal yang harus diperhatikan dalam perjalanan karir seorang Kapolri adalah, bagaimana membangun transparansi dan membangun akuntabilitas. Sehingga, calon-calon Kapolri yang diusulkan itu harus terjamin kualitasnya.

(Baca: Melihat Peluang Calon Kapolri Pasca Pencopotan Dua Kapolda)

Oleh karena itu, sambung Yusuf, selain pendekatan dari kriteria-kriteria yang telah ia sebutkan tadi, soal jenjang kepangkatan dan karir, tentu pengumpulan bahan informasi melalui pendapat dan pandangan dari masyarakat maupun di lingkungan Polri juga perlu dilihat. Karena, setiap Kapori memiliki tantangan yang berbeda setiap zamannya.

“Yang pasti rekan-rekan sekalian, setiap Kapolri memiliki tantangan dan zamannya sendiri. Oleh karena itu calon Kapolri yang diusulkan kepada presiden melalui Kompolnas tidak bisa meninggalkan tantangan zamannya, yang kedua tidak mengecewakan nantinya,” ujarnya.

(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Kapolri: Banyak Pejabat...
Kapolri: Banyak Pejabat Kirim WA Minta Titipan Lolos Akpol
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
Kompolnas: Wajar Polda...
Kompolnas: Wajar Polda Metro Dijabat Komjen Pol, tapi Pelayanan Harus Ditingkatkan
Kompolnas Sarankan Polisi...
Kompolnas Sarankan Polisi Pakai Cell Dump untuk Ungkap Teror ke DJ Donny
Kompolnas Gali Dugaan...
Kompolnas Gali Dugaan Affan Kurniawan Didorong Sebelum Dilindas Rantis Brimob
Rekomendasi
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Berita Terkini
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
Infografis
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan dari Kapolri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved