PKS Kritik Pembukaan Layanan Calling Visa Bagi Israel oleh Kemenkumham

Kamis, 26 November 2020 - 07:12 WIB
loading...
PKS Kritik Pembukaan...
Pemerintah Mulai Buka Pelayanan Visa bagi Warga Delapan Negara Ini Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mulai membuka pelayanan visa elektronik (e-Visa) bagi orang asing subyek Calling Visa. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritik pembukaan layanan visa bagi warga negara Israel. Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham ) membuka calling visa atau layanan untuk negara dengan tingkat kerawanan tertentu.

Selain Israel, pemerintah membuka calling visa untuk Afghanistan, Guinea, Korea Utara, Kamerun, Liberia, Nigeria, dan Somalia. Wakil Ketua Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sukamta menyatakan normalisasi dan segala bentuk hubungan kerja sama Indonesia dengan Israel merupakan pengkhiatan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. (Baca juga: Pemerintah Mulai Buka Pelayanan Visa bagi Warga Delapan Negara Ini)

“Cita-cita pendiri bangsa yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 jelas menyebut bahwa Indonesia melawan segala bentuk penjajahan. Kami PKS mengingatkan kepada semua pihak, khususnya, pemerintah untuk tidak membuat kerja sama dengan Israel,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (26/11/2020).

PKS menyebut Israel sebagai penjajah Palestina. Anggota Komisi I DPR itu menerangkan Palestina merupakan negara yang paling awal mendukung kemerdekaan Indonesia. “Maka, sudah seharusnya Indonesia secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina,” ucapnya. (Baca juga: Jerman Sarankan RI Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel)

Sukamta menilai ada kejanggalan dalam pengaktifan kembali calling visa di masa pandemi Covid-19. “Kita tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Aneh ketika mendadak calling visa diaktifkan kembali di masa pandemi. Jangan-jangan, ada motif ekonomi dan politik yang melatarbelakanginya,” tuturnya.

Dia mengingat pemerintah tentang politik bebas aktif merupakan karakter Indonesia sebagai bangsa besar. Saat ini, terjadi ketidakpastiaan glonal karena pandemi Covid-19. Indonesia juga harus memperhatikan dampak dari pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Juga hubungan antara AS dan China ke depannya.

“Maka langkah-langkah Indonesia harus taktis dan strategis berorientasi jangka panjang bukan pragmatis. Politik bebas aktif, berdiri di atas kepentingan semua negara bukan memihak salah satu blok demi perdamaian dunia harus terus dijaga Indonesia,” pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sekjen PKS: Pemilih...
Sekjen PKS: Pemilih Muda Jadi Kunci, Kader Harus Siap Menangkan Pemilu 2029
PKS Ajak Gema Keadilan...
PKS Ajak Gema Keadilan Jadi Inkubator Pemimpin Muda
Presiden PKS soal Perpres...
Presiden PKS soal Perpres 111/2025: Langkah Tepat Pemerintah Jadikan Kampanye LGBTQ Ancaman Nonmiliter
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Rekomendasi
Keluarga Diserang Haters,...
Keluarga Diserang Haters, Ningning Aespa Siap Tempuh Jalur Hukum
Sarwendah Ungkap Alasan...
Sarwendah Ungkap Alasan Pindah Rumah, Didatangi Debt Collector hingga Ancaman Dilelang
Rugi hingga Rp3 Miliar,...
Rugi hingga Rp3 Miliar, Amanda Manopo Tak Sabar Penjarakan Oknum Manajemen
Berita Terkini
Breaking News! Hotman...
Breaking News! Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved