Napoleon Sebut Ada Restu Azis Syamsuddin untuk Cek Red Notice Djoko Tjandra

loading...
Napoleon Sebut Ada Restu Azis Syamsuddin untuk Cek Red Notice Djoko Tjandra
Terdakwa kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte saat sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (16/11/2020). FOTO/SINDOnews/SUTIKNO
JAKARTA - Mantan Kadiv Hubinter Polri, Irjen Pol Napoleon Bonaparte mengungkap adanya restu dari Wakil Ketua DPR asal Partai Golkar Azis Syamsuddin untuk membantu pengusaha Tommy Sumardi mengecek status red notice buronan Joko Soegiarto Tjandra ( Djoko Tjandra ).

Hal ini disampaikan Napoleon Bonaparte saat bersaksi di sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait pengurusan penghapusan nama Joko Soegiarto Tjandra dari daftar red notice Polri. Napoleon Bonaparte bersaksi untuk terdakwa Tommy Sumardi.

Awalnya, kata Napoleon, Tommy Sumardi sempat menyeret nama Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo untuk meyakinkan dirinya. Menurut Napoleon yang juga menjadi terdakwa kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Tommy berupaya meyakinkan dirinya agar dapat membantu mengecek status red notice Djoko Tjandra. (Baca juga: Tommy Sumardi Temui Irjen Napoleon Bawa Paper Bag, Pulang Ditinggal )

Kendati demikian, Napoleon mengklaim dirinya tidak seutuhnya percaya kepada Tommy Sumardi. Meskipun, Tommy Sumardi menemui Napoleon didampingi dengan seorang Brigjen Prasetijo Utomo, ditambah adanya klaim soal kedekatannya dengan Kabareskrim.



Berdasarkan cerita Napoleon, Tommy tak patah semangat untuk meyakinkan dirinya. Bahkan, kata Napoleon, Tommy sempat menghubungi Wakil Ketua DPR Azis syamsuddin untuk meyakinkan dirinya.

"Terdakwa menelepon seseorang. Setelah sambung, terdakwa seperti ingin memberikan teleponnya pada saya. Saya bilang siapa yang Anda telepon mau disambungkan pada saya? Terdakwa mengatakan Bang Azis, Azis siapa? Azis Ayamsuddin. oh Wakil ketua DPR RI? Ya," beber Napoleon saat menceritakan perbincangannya dengan Tommy di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2020). (Baca juga: Irjen Napoleon Bonaparte Didakwa Terima 200 Ribu Dolar Singapura dan 270 Ribu Dolar AS dari Djoko Tjandra )

Napoleon mengaku sempat mengenal Azis Syamsuddin saat menjadi Perwira Menengah (Pamen). Atas dasar itulah Napoleon kemudian menerima sambungan telepon dari Azis Syamsuddin menggunakan handphone Tommy Sumardi. "Karena dulu waktu masih pamen, saya pernah mengenal beliau, jadi saya sambung," tuturnya.



Ia pun menceritakan obrolan singkat dengan Azis Syamsuddin menggunakan handphone milik Tommy. Intinya, kata Napoleon, Azis Syamsuddin mempersilakan Napoleon untuk membantu Tommy Sumardi mengecek status Djoko Tjandra.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top