Tommy Sumardi Temui Irjen Napoleon Bawa Paper Bag, Pulang Ditinggal

loading...
Tommy Sumardi Temui Irjen Napoleon Bawa Paper Bag, Pulang Ditinggal
Tommy Sumardi disebut mendatangi Irjen Napoleon Bonaparte pada 16 April 2020 dengan membawa paper bag dan diduga meninggalkannya di ruang kerja Irjen Napoleon. Foto/dok.SINDOnews
JAKARTA -
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menggelar sidang lanjutan perkara dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra . Jaksa penuntut umum menghadirkan Fransiscus Ario Dumais, mantan Sekretaris Pribadi (Sespri) Irjen Napoleon Bonaparte , sebagai saksi.

Dalam kesaksiannya, Ario Dumais membongkar pertemuan antara seorang pengusaha, Tommy Sumardi dengan Napoleon Bonaparte sekalu kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri. Pertemuan itu terjadi dalam rentang waktu April hingga Mei 2020. Ario Dumais menyebut ada dua kali pertemuan yang diikuti oleh Tommy, Irjen Napoleon Bonaparte, dengan Brigjen Prasetijo Utomo.

"Seingat saya beliau dua kali (bertemu). Dua kali bersama Pak Tommy," kata Ario Dumais kepada Jaksa di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2020).

(Baca: Kubu Napoleon Klaim Barang Bukti Uang USD20.000 Milik Istri Prasetijo)

Kemudian, Ario Dumais menjelaskan bahwa Tommy Sumardi pernah beberapa kali kembali menemui Irjen Napoleon Bonaparte. Namun, kedatangannya itu, kata Ario, tanpa ditemani dengan Brigjen Prasetijo Utomo. Brigjen Prasetijo Utomo merupakan mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri yang juga terdakwa dalam kasus ini.



"Sempat beberapa kali, datang ke ruang ke kadiv. Yang pertama awal april, tanggal 16 April, Prasetijo tidak terlihat hanya tommy yang datang sendiri. Ketiga, tanggal 28 April Pak Tommy datang sendiri tapi tidak sempat ketemu karena Pak Napoleon rapat di ruang kerja tapi sempat menunggu di ruang sespri. Tanggal 29 April, Pak Tommy datang sendiri pada saat itu tidak sempat bertemu juga beliau datang ingin bertemu tapi Napoloen," bebernya.

(Baca: Irjen Napoleon Bonaparte Didakwa Terima 200 Ribu Dolar Singapura dan 270 Ribu Dolar AS dari Djoko Tjandra)

Ario Dumais menceritakan bahwa Tommy Sumardi tampak membawa paper bag saat menemui Napoleon pada 16 April 2020. Namun, paper bag itu tidak dibawa Tommy Sumardi saat keluar ruangan Napoleon. "Bawa paper bag, dibawa Pak Tommy ke ruang kadiv. Paper bag tidak dibawa lagi (waktu keluar)," ungkap Ario Dumais.

Djoko Tjandra didakwa menyuap Irjen Napoleon sebesar SGD200 ribu dolar dan USD270 ribu dolar. Djoko Tjandra juga didakwa memberikan suap kepada Brigjen Prasetijo sebesar USD150 ribu dolar. Suap diberikan Djoko Tjandra melalui perantara Tommy Sumardi agar namanya dihapus dari Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dicatatkan di Ditjen Imigrasi, dengan menerbitkan surat yang ditujukan kepada Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI.
(muh)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top