Nasib Kesenian Tradisi di Tengah Pandemi

Selasa, 24 November 2020 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Menganaktirikan Seni Teater
Jika dimaknai secara etimologis, teater merupakan tontonan di gedung pertunjukan untuk disaksikan banyak orang. Istilah lainnya adalah drama yang diartikan sebagai perbuatan, tindakan, atau perilaku. Dalam tradisi Jawa, ada istilah sandiwara yang dikenalkan oleh PKG Mangkunegara VII yang berasal dari sandi = teka-teki dan warah = ajaran, nasihat. Artinya adalah pertunjukan yang sarat pesan moral secara tersirat maupun tersurat.

Perkembangan teater di Indonesia cukup menggembirakan. Sejak kemunculan tokoh WS Rendra yang memopulerkan teater modern, kemudian disusul Arifin C Noer, Putu Wijaya hingga Sapardi Djoko Damono, hampir setiap kampus memiliki UKM teater per fakultasnya. Bahkan sekolah di tingkat dasar hingga menengah atas juga punya ekstrakurikuler teater.

Namun gairah berteater tidak diikuti dengan intensitas kesejahteraan pelaku teater. Akhirnya minat berteater hanya dijadikan hobi, bukan jalan hidup. Apresiasi tertinggi dari pementasan teater hanyalah seberapa banyak penonton dan riuh tepuk tangan yang didengar. Soal pendapatan atau penghasilan hanya cukup untuk menutup biaya produksi pertunjukan.

Hal itu berbanding terbalik dengan dunia perfilman. Selain kemudahan akses mendapatkan sumber pendanaan dari sponsor, tontonan film juga jauh lebih diminati daripada pertunjukan teater. Harga tiket masuk juga bisa dijadikan acuan bahwa standar teater daerah sudah jauh tertinggal dari film. Kecuali memang pertunjukan teater sekelas Teater Koma, Bengkel Teater, dan sejenisnya yang mencoba “mengangkat martabat” daya jual teater.

Di Solo, standar harga tiket pertunjukan teater hanya berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000. Kapasitas penonton sekira 300-an orang. Adapun biaya produksi selama 3 bulan menuju pertunjukan bisa mencapai Rp5 juta–10 juta. Daya tawar bagi sponsor dan donatur juga rendah karena pertunjukannya yang singkat (1–2 jam) dalam sekali pergelaran.

Itulah realitas yang akhirnya banyak mengurungkan minat pemuda untuk menekuni dunia akting. Apalagi seni tradisi yang sulit mendapatkan ruang pertujukan karena tergusur oleh transformasi seni digital. Seni tradisi bukan lagi menjadi hiburan bagi masyarakat, melainkan hanya dijadikan formalitas ritus belaka.

Padahal sejak era Orde Baru, pertunjukan teater adalah sarana strategis melemparkan isu sindiran dan kritikan kepada pemerintah. Seiring berjalannya waktu, jasa teater yang menerbitkan banyak artis legendaris di Indonesia sudah tidak lagi dikenal sebagai batu loncatan menuju kesuksesan. Produser film lebih memilih model atau selebgram yang mendadak viral karena tingkah konyol di media sosial daripada mereka yang sejak kecil sudah berproses dari sanggar satu ke sanggar yang lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AMI: Kebudayaan sebagai...
AMI: Kebudayaan sebagai Solusi Krisis Kepribadian Bangsa
Gelar Anugerah Kebudayaan...
Gelar Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025, Fadli Zon: Pengakuan Negara Atas Kerja Budaya
Sempat Tuai Kritik,...
Sempat Tuai Kritik, Fadli Zon Resmikan Buku Penulisan Sejarah Ulang Indonesia
Denny JA Serukan Penguatan...
Denny JA Serukan Penguatan Suara Global South di BRICS Award 2025
Peringati Hari Wayang...
Peringati Hari Wayang Nasional, Senawangi Dorong Pekerja Seni Bangun Ketahanan Budaya
CHANDI 2025 Ditutup,...
CHANDI 2025 Ditutup, Indonesia Tegaskan Posisi sebagai Pusat Diplomasi Budaya Dunia
Kolaborasi Seni Kontemporer...
Kolaborasi Seni Kontemporer dan Industri Kreatif Lahirkan Karya Artistik
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
Rekomendasi
Sentul Drag Record Simpati...
Sentul Drag Record Simpati 5G Akhir Pekan Ini Hadir dengan Konsep Baru
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Berita Terkini
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved