Jokowi : Kontribusi Muhammadiyah kepada Bangsa Nyata

loading...
Jokowi : Kontribusi Muhammadiyah kepada Bangsa Nyata
Saat memberikan sambutan secara darig di Milad Muhammadiyah ke 108, PresidenJoko Widodo (Jokowi) menyebut Muhammadiyah telah memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan bangsa. Foto/dok
JAKARTA - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar acara Milad Muhammadiyah Ke-108 tahun secara daring. PresidenJoko Widodo (Jokowi) menyebut Muhammadiyah telah memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan bangsa.

Presiden Jokowi yang memberikan sambutan secara daring menyebut Muhammadiyah telah mengisi kemerdekaan dengan sangat baik. "Saya merasakan langsung kualitas pelayanan Muhammadiyah. Cucu saya pertama dilahirkan di RSU KPU Muhammadiyah Solo, mengikuti jejak neneknya di Muhammadiyah. Ibu Iriana juga pernah kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dan jutaan masyarakat Indonesia juga merasakan," katanya. (Baca: Enam Jenis Bisikan Setan yang Merasuki Manusia)

Jokowi juga mengapresiasi kerja nyata Muhammadiyah melalui tim khusus Muhammadiyah Covid-19 Command Center (CCT). Muhammadiyah telah memberikan pelayanan maksimal di 82 rumah sakit di berbagai provinsi.

"Kami ucapkan terima kasih pada pekerja medis di RS Muhammadiyah dan Aisiyah. Atas nama masyarakat bangsa dan negara saya ucapkan selamat milad. Usia yang telah diisi oleh karya, banyak kontribusi," ucapnya.



Meski digelar secara daring, ada sejumlah tokoh langsung hadir di Gedung PP Muhammadiyah. Ada Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Mahfud MD, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan organisasi masyarakat (ormas) yang dilahirkan di Yogyakarta itu akan menghadapi berbagai tantangan yang lebih besar lagi di masa depan. Haedar yakin Muhammadiyah bisa memberikan kontribusi dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan menyelesaikan masalah negeri dengan spirit dakwah dan tajdid (pembaruan). Sebab, ormas yang didirikan KH Ahmad Dahlan ini memiliki pandangan yang kokoh, sistem yang kuat, dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. (Baca juga: Subsidi Gaji 2,4 Juta Guru Non-PNS Cair)

“Gerakan Islam Muhammadiyah akan selalu hadir menjadi gerakan yang bertumpu di atas semangat menjadi Syuhada’a ‘alannas, menjadi saksi sejarah yang membawa kemajuan bagi umat, bangsa dan kemanusiaan semesta yang rahmatan lil’alamin,” ujarnya melalui akun Twitter @HaedarNS kemarin.



Haedar menerangkan, di masa pandemi Covid-19 ini masyarakat tidak boleh kehilangan semangat dan peluang untuk terus beraktivitas menggerakkan Persyarikatan Muhammadiyah. “Sehingga gerakan ini selalu memberi solusi untuk negeri. Juga berkontribusi menyelesaikan masalah negeri dan akhirnya membawa umat dan bangsa semakin berkemajuan,” katanya.

Sementara itu Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan rasa bangganya pada seluruh pimpinan dan kader Muhammadiyah. Puan menilai Muhammadiyah yang genap berusia 108 tahun pada hari ini telah banyak berjasa pada bangsa dan negara Indonesia.

”Saya mengucapkan selamat milad ke-108 kepada segenap pimpinan dan anggota Muhammadiyah di mana pun berada. Sebagai pribadi maupun sebagai Ketua DPR saya merasa bangga dan bahagia bisa menjadi bagian dari organisasi Islam yang telah banyak berjasa bagi kemerdekaan dan pembangunan bangsa Indonesia,” kata Puan kemarin. (Lihat videonya: Pemerintah Austria Kembali Putuskan untuk Lockdown Kedua)

Puan pun menyebutkan sejumlah nama kader Muhammadiyah yang menjadi pemimpin bangsa, seperti KH Ahmad Dahlan, Bung Karno, Jenderal Soedirman, dan lainnya. Mereka telah menunjukkan banyak bukti sumbangsih Muhammadiyah kepada Indonesia. ”Insya Allah Muhammadiyah akan terus konsisten dalam memperjuangkan Islam yang berkemajuan demi kejayaan Indonesia,” ujar Puan yang merupakan cucu Presiden Soekarno itu.

Dalam memperingati milad atau ulang tahun ke-108 Muhammadiyah mengusung tema “Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri”. Tema itu diangkat untuk mempertegas gerak, sikap, dan kebijakan Muhammadiyah dalam menghadapi keragaman paham, pandangan, dan orientasi keagamaan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. (Suwarno)
(ysw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top