Kemenkes Akui Masalah Alkohol dan Napza Jadi Tantangan Terbesar
Rabu, 18 November 2020 - 15:28 WIB
loading...
Perwakilan Direktorat Pengendailan Kesehatan Jiwa Kemenkes, Rianto Djatmiko mengungkap fakta-fakta bahwa masalah adiksi alkohol atau napza pada umumnya masuknya melalui rokok dan alkohol. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Perwakilan Direktorat Pengendailan Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ), Rianto Djatmiko mengungkap fakta-fakta bahwa masalah adiksi alkohol atau napza pada umumnya masuknya melalui rokok dan alkohol. Tapi masa atau periodesisasi penyalahgunaan biasanya pada masa remaja.
Hal ini disampaikannya dalam webinar Fraksi PPP yang bertajuk “Urgensi Lahirnya RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol” di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/11/2020). (Baca juga: Kemenkes: Prevalensi Alkohol Jadi Masalah Kejiwaan Nomor 3)
“Ada yang telat saat masa dewasa menggunakan tapi itu jarang, kebanyakan remaja, ini yang jadi concern kami terkait kesehatan anak dan remaja. Faktanya, ini dari berbagai sumber, 1 dari 6 remaja mulai menggunakan obat-obatan untuk menghadapi masalah, termasuk di sini alkohol. Dari berbagai sumber, hanya 6% orang tua yang mengetahui anaknya sudah menggunakan alkohol,” ujar Rianto dalam paparannya.
Rianto menjelaskan ketergantungan alkohol itu ada beberapa tahapan, pertama tahapan itu coba-coba. Biasanya ini dilakukan untuk masuk ke pergaulan atau lingkungan, tujuannya untuk social use karena tidak enak dengan teman. Lalu, terus menggunakan sampai menghalalkan segala cara kalaupun bisa berhenti akan menjadi ketergantungan lagi karena sudah mempengaruhi fungsi otak.
“Ketergantungan secara fisik itu yang dikhawatirkan dan psikologis,” imbuhnya.
Hal ini disampaikannya dalam webinar Fraksi PPP yang bertajuk “Urgensi Lahirnya RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol” di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/11/2020). (Baca juga: Kemenkes: Prevalensi Alkohol Jadi Masalah Kejiwaan Nomor 3)
“Ada yang telat saat masa dewasa menggunakan tapi itu jarang, kebanyakan remaja, ini yang jadi concern kami terkait kesehatan anak dan remaja. Faktanya, ini dari berbagai sumber, 1 dari 6 remaja mulai menggunakan obat-obatan untuk menghadapi masalah, termasuk di sini alkohol. Dari berbagai sumber, hanya 6% orang tua yang mengetahui anaknya sudah menggunakan alkohol,” ujar Rianto dalam paparannya.
Rianto menjelaskan ketergantungan alkohol itu ada beberapa tahapan, pertama tahapan itu coba-coba. Biasanya ini dilakukan untuk masuk ke pergaulan atau lingkungan, tujuannya untuk social use karena tidak enak dengan teman. Lalu, terus menggunakan sampai menghalalkan segala cara kalaupun bisa berhenti akan menjadi ketergantungan lagi karena sudah mempengaruhi fungsi otak.
“Ketergantungan secara fisik itu yang dikhawatirkan dan psikologis,” imbuhnya.
Lihat Juga :