Pengangguran dan Informalisasi Ekonomi

Senin, 16 November 2020 - 05:20 WIB
loading...
A A A
Kecemasan yang sama bisa dirasakan pada isu informalisasi ekonomi. Pada Agustus 2011 persentase pekerja informal mencapai 62,1%, sehingga jumlah pekerja formal hanya 37,9%. Situasi pada Februari dan Agustus 2021 nanti (ketika data pekerja dikeluarkan) kurang lebih juga akan sama, sehingga ini menjadi rintangan serius bagi pemerintah untuk merealisasikan gagasan transformasi ekonomi. Sektor informal dicirikan dengan ketiadaan badan hukum usaha, modal terbatas, ketidakpastian (kerap digusur), nilai tambah kecil, dan keterampilan rendah. Bagi negara yang dibebani dengan persentase sektor informal yang besar, tentu akan sukar menggenjot kesejahteraan yang bertumpu kepada aktivitas ekonomi yang bernilai tambah (yang umumnya ada di sektor formal). Padahal pemerintah sejak lima tahun terakhir berjuang agar transformasi ekonomi bisa disusun dengan solid, antara lain dengan jalan pembangunan infrastruktur dan kualitas manusia. Pandemi telah melantakkan beberapa bagian dari rencana tersebut karena meledaknya pekerja informal.

Sungguh pun begitu, tidak seluruhnya hanya kisah kegelapan. Tetap terbit cahaya yang memantulkan harapan. Sekurangnya terdapat dua opsi yang tersedia. Pertama, investasi tetap menjadi tulang punggung pemecahan masalah. Data yang tersedia menunjukkan tekanan investasi tertinggi sudah dilalui. Pada triwulan II-2020 PMTB mengalami kontraksi yang dalam (-8,61%, yoy), sedangkan pada triwulan III-2020 masih kontraksi sebesar -6,48% (BPS, 2020). Triwulan III 2020 memang masih tumbuh negatif, namun dengan tekanan yang lebih kecil. Pada triwulan terakhir 2020 diharapkan PMTB sudah bergerak positif, sekurangnya jika tetap kontraksi di bawah -3%. Pemerintah, khususnya melalui BKPM, mesti bekerja keras membangkitkan kembali investasi yang banyak menyerap lapangan kerja, misalnya di sektor industri pengolahan (makanan dan minuman, tekstil, alas kaki, kulit, dan lain-lain) dan perdagangan. Selama tiga tahun ke depan orientasi investasi yang pada tenaga kerja menjadi keniscayaan.

Kedua, salah satu sektor ekonomi yang pertumbuhannya tetap positif (bahkan pada triwulan II 2020) adalah pertanian. Sektor ini dalam lintasan sejarah telah membuktikan berkali-kali sebagai penyelamat ekonomi ketika krisis terjadi. Sampai sekarang sektor pertanian menyerap tenaga kerja sekitar 27,5% dan kontribusinya terhadap PDB pada kisaran 13,5%. Jika dilacak data pengangguran (seperti yang telah ditulis di muka) sebagian besar di perkotaan, termasuk pekerja di sektor informal. Pada titik ini pembangunan sektor pertanian menjadi sangat relevan karena bisa menarik pekerja informal dan pengangguran yang ada di perkotaan. Syarat pokoknya, program RAPS (Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial) mesti dipercepat eksekusinya agar terdapat intensif bagi para pekerja kembali ke desa. Jika langkah ini digandengkan dengan pembangunan sektor industri, maka transformasi ekonomi berbasis pertanian menjadi harapan yang membentang.

Tiap cita-cita memang tak mudah diwujudkan, namun sekurangnya hidup masih bisa diperjuangkan karena adanya harapan.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menaker: Pemerintah...
Menaker: Pemerintah Komitmen Cegah PHK dengan Berbagai Program Nyata
Antisipasi Badai PHK...
Antisipasi Badai PHK Massal, Legislator PDIP Desak Pembinaan Keterampilan bagi Buruh Terdampak
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Dasco Undang Serikat...
Dasco Undang Serikat Buruh dan Pemerintah Bahas Ancaman PHK
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
PHK Masih Terus Berlanjut,...
PHK Masih Terus Berlanjut, 30.000-an Karyawan Jadi Korban
Rekomendasi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved