Bahas Persatuan Umat Islam, Waketum DMI Bertemu Haedar Nashir
Sabtu, 14 November 2020 - 11:11 WIB
loading...
Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol (P) Dr. Syafruddin bertemu Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir di Graha Suara Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (13/11/2020). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol (P) Dr. Syafruddin bertemu Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir di Graha Suara Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (13/11/2020). Sebelumnya, Syafruddin bertemu dengan Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Sirodj di Kantor PBNU Jakarta, Kamis (12/11/2020).
Pertemuan kedua tokoh dalam rangka mendiskusikan perkembangan umat Islam terkini di Indonesia dan dunia. Pertemuan didampingi oleh Pimpinan Pondok Modern Tazakka Ust. Anizar Masyhadi, Ustaz Das'ad Latif dan Ustaz Gazali.
Menyikapi perkembangan kekinian tentang islamphobia , Syafruddin menyampaikan perlunya umat Islam bersatu dan adanya dialog yang berkesimbungan dengan dunia Barat agar tidak salah dalam memahami ajaran Islam yang rahmatan lil alamin .
Menurut Syafruddin, sebagai negera besar, Indonesia mampu mengambil peran keummatan dan menyatukan umat Islam di dunia. Indonesia dipandang oleh dunia menganut paham Islam yang moderat dan dapat diterima oleh semua kalangan.
"Dengan menyampaikan dan menjelaskan seluruh aspek kehidupan dan ajaran-ajaran mulia Rasulullah Muhammad SAW, maka orang-orang yang salah dalam memahami Islam akan terbuka pandangannya", tegas Syafruddin.
Pertemuan kedua tokoh dalam rangka mendiskusikan perkembangan umat Islam terkini di Indonesia dan dunia. Pertemuan didampingi oleh Pimpinan Pondok Modern Tazakka Ust. Anizar Masyhadi, Ustaz Das'ad Latif dan Ustaz Gazali.
Menyikapi perkembangan kekinian tentang islamphobia , Syafruddin menyampaikan perlunya umat Islam bersatu dan adanya dialog yang berkesimbungan dengan dunia Barat agar tidak salah dalam memahami ajaran Islam yang rahmatan lil alamin .
Menurut Syafruddin, sebagai negera besar, Indonesia mampu mengambil peran keummatan dan menyatukan umat Islam di dunia. Indonesia dipandang oleh dunia menganut paham Islam yang moderat dan dapat diterima oleh semua kalangan.
"Dengan menyampaikan dan menjelaskan seluruh aspek kehidupan dan ajaran-ajaran mulia Rasulullah Muhammad SAW, maka orang-orang yang salah dalam memahami Islam akan terbuka pandangannya", tegas Syafruddin.
Lihat Juga :