Soal RUU Larangan Minuman Beralkohol, Ini Sikap PGI

Jum'at, 13 November 2020 - 10:15 WIB
loading...
Soal RUU Larangan Minuman...
Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Gomar Gultom mengaku geleng-geleng kepala dengan pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Gomar Gultom mengaku geleng-geleng kepala dengan pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol . Menurutnya pada tahun 2016 lalu PGI telah menyampaikan pandangan mengenai hal ini melalui RDPU DPR-RI.

Terlebih lagi dia menilai ada RUU yang mendesak untuk dituntaskan. "Begitu banyak desakan dari masyarakat yang meminta agar DPR memprioritaskan pembahasan RUU PMHA (Perlindungan Masyarakat Hukum Adat), RUU PKS (Penghapusan Kekerasan Seksual), dan RUU PPRT (Perlindungan Pekerja Rumah Tangga), malah diabaikan. Padahal RUU ini sangat mendesak karena menyangkut masalah-masalah struktural yang sulit diselesaikan tanpa kehadiran sebuah regulasi yang berwibawa," katanya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (13/11/2020).

Gomar melihat, RUU ini bersifat kekanak-kanakan karena hanya mengandalkan pelarangan. "Saya melihat pendekatan dalam RUU Larangan Minuman Beralkohol ini sangat infantil (bersifat kekanak-kanakan). Apa-apa dan sedikit-sedikit dilarang. Kapan kita mau dewasa dan bertanggung-jawab?" ujarnya.

(Baca juga: Heboh Ngemil Sambil Ngebir Bakal Dipenjara, Begini Tanggapan Pengusaha ).

Menurutnya, terkait minuman beralkohol yang dibutuhkan saat ini adalah pengendalian, pengaturan dan pengawasan yang ketat. Hal ini disertai penegakan hukum yang konsisten. "Sesungguhnya hal ini sudah diatur dalam KUHP (pasal 300 dan 492) dan Permen Perdagangan No 25/2019. Yang dibutuhkan adalah konsistensi dan ketegasan aparat dalam pelaksanaannya," katanya.

(Baca juga: Tersangka Pemberi Minuman Keras ke Bocah 3 Tahun Disidang Pekan Depan ).

Apalagi, Gomar menilai bahwa tidak semua hal harus diselesaikan dengan undang-undang. Apalagi dengan beragamnya tradisi dalam masyarakat Indonesia tentang minuman beralkohol ini. "Yang jauh lebih penting adalah pembinaan serius oleh seluruh komponen masyarakat agar masyarakat kita makin dewasa dan bertanggung jawab," tuturya.

(Baca juga: Ngebir Bakal Dipenjara, Ini Beragam Reaksi Kocak Netizen ).

"Pendekatan prohibitionis atau larangan buta seperti RUU ini, menurut saya tak menyelesaikan masalah penyalahgunaan minuman beralkohol . Janganlah sedikit-sedikit kita selalu hendak berlindung di bawah undang-undang dan otoritas negara, dan dengan itu jadi abai terhadap tugas pembinaan umat," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketum PGI Minta Masyarakat...
Ketum PGI Minta Masyarakat Tak Termakan Video Ceramah JK yang Dipotong dan Dipelintir
Presiden Janji UU Perampasan...
Presiden Janji UU Perampasan Aset Akan Sungguh-sungguh Diperjuangkan
Intoleransi Kian Marak,...
Intoleransi Kian Marak, Pemerintah Jangan Diam
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara ke-79, PGI Nilai Pelayanan Polri Kian Humanis
PGI Minta DPR Hormati...
PGI Minta DPR Hormati Putusan MK soal Ambang Batas Pilkada dengan Lapang Dada
Tak Ikuti PBNU dan Muhammadiyah,...
Tak Ikuti PBNU dan Muhammadiyah, PGI Tolak Izin Kelola Tambang
Bea Cukai Ekspos Hasil...
Bea Cukai Ekspos Hasil Penindakan di Kalimantan Barat
Kolaborasi Dua Bar Ikonik...
Kolaborasi Dua Bar Ikonik Bali Guncang Dunia Mixology
HUT Ke-75 PGI, Gubernur...
HUT Ke-75 PGI, Gubernur Jakarta Ingatkan Toleransi Antar Umat
Rekomendasi
Warga Jakarta Bisa Liburan...
Warga Jakarta Bisa Liburan Gratis ke Ancol Akhir Juni, Kuota Terbatas!
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Berita Terkini
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved