Pengamat Intelijen Ungkap Kriteria Calon Kapolri Pengganti Jenderal Idham Aziz
Jum'at, 13 November 2020 - 10:08 WIB
loading...
Jenderal Idham Aziz akan paripurna dari tugasnya sebagai Kepala Kepolisian RI (Kapolri) awal 2021 mendatang. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Jenderal Idham Aziz akan paripurna dari tugasnya sebagai Kepala Kepolisian RI ( Kapolri ) awal 2021 mendatang. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengaku akan segera menyerahkan track record dan prestasi Perwira Tinggi (Pati) Polri kepada Presiden Jokowi.
Pengamat intelijen, Susaningtyas Kertopati pun ikut memberikan kriteria yang cocok sebagai calon pengganti kapolri . "Tentu saja harus profesional, mengikuti tren kejahatan atau gangguan keamanan, dan memahami hukum serta regulasi," kata Susaningtyas saat dihubungi SINDOnews, Jumat (13/11/2020).
Selain itu, perempuan yang akrab disapa Nuning ini juga menilai, kejahatan dan gangguan keamanan kian hari semakin canggih dan terus dimodifikasi, termasuk kejahatan jalanan. Maka itu, calon kapolri harus mengikuti perkembangan ini. "Syarat berikutnya, ia tidak berpolitik tapi paham perkembangan politik," ujar Nuning. (Baca juga: Profil Calon Kapolri Komjen Pol Agus Andrianto, Miliki Segudang Pengalaman di Bidang Reserse )
Lebih lanjut Nuning mengatakan, calon Kapolri harus sosok yang cepat tanggap terhadap fenomena yang dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. Terutama, kelompok-kelompok baik kanan maupun kiri yang ingin mengganti ideologi dan bentuk negara.
Yang utama, menurutnya, calon orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu harus memahami ancaman keamanan dalam negeri serta efeknya hingga luar negri, memahami lingkungan strategis teritorial seperti bahaya terorisme, radikalisme, narkoba, kejahatan jalanan/kriminalitas.
Pengamat intelijen, Susaningtyas Kertopati pun ikut memberikan kriteria yang cocok sebagai calon pengganti kapolri . "Tentu saja harus profesional, mengikuti tren kejahatan atau gangguan keamanan, dan memahami hukum serta regulasi," kata Susaningtyas saat dihubungi SINDOnews, Jumat (13/11/2020).
Selain itu, perempuan yang akrab disapa Nuning ini juga menilai, kejahatan dan gangguan keamanan kian hari semakin canggih dan terus dimodifikasi, termasuk kejahatan jalanan. Maka itu, calon kapolri harus mengikuti perkembangan ini. "Syarat berikutnya, ia tidak berpolitik tapi paham perkembangan politik," ujar Nuning. (Baca juga: Profil Calon Kapolri Komjen Pol Agus Andrianto, Miliki Segudang Pengalaman di Bidang Reserse )
Lebih lanjut Nuning mengatakan, calon Kapolri harus sosok yang cepat tanggap terhadap fenomena yang dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. Terutama, kelompok-kelompok baik kanan maupun kiri yang ingin mengganti ideologi dan bentuk negara.
Yang utama, menurutnya, calon orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu harus memahami ancaman keamanan dalam negeri serta efeknya hingga luar negri, memahami lingkungan strategis teritorial seperti bahaya terorisme, radikalisme, narkoba, kejahatan jalanan/kriminalitas.
Lihat Juga :