Pendidikan, Pandemi, dan Revolusi 4.0

Jum'at, 13 November 2020 - 05:40 WIB
loading...
A A A
Revolusi Industri 4.0 memang selayaknya direspons secara positif oleh semua pemangku kepentingan di sektor pendidikan. Karena itu, sebagai komponen inti penggerak dunia pendidikan, guru memiliki peran sentral di dalam meniti perubahan ini.

Seorang guru harus memiliki kemampuan mendidik agar para siswa berkembang secara maksimal pada dua kemampuan sekaligus, yaitu soft-skill (keterampilan lunak) dan hard-skill (keterampilan keras). Kemampuan soft-skill meliputi potensi yang bersifat mentalitas seperti beriman dan bertakwa, berakhlak mulia. Adapun kemampuan hard-skill merupakan keterampilan teknis, keterampilan yang teruji dan terukur secara fisik, yang dibutuhkan oleh dunia kerja untuk mendukung pengembangan dua potensi siswa tersebut dan menjawab tantangan.

Pertama, keterampilan critical thinking and problem solving (berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah). Di dunia virtual, semua data tergelar dengan bebas dan dalam volume yang sangat besar (big data). Big data ini ibarat rimba raya yang sangat luas, siapa pun bisa tersesat di dalamnya. Data valid dan rumor berbaur menjadi satu. Keterampilan berpikir kritis dalam hal ini sangat diperlukan agar guru bisa membimbing siswa sehingga mampu memverifikasi, menganalisis, melakukan sintesis, dan sebagainya. Dengan demikian siswa bisa membedakan mana informasi yang faktual dan mana hoaks?

Kedua, keterampilan collaboration and communication (bekerja sama dan berkomunikasi). Kolaborasi dan komunikasi merupakan keterampilan yang sangat penting di Revolusi Industri 4.0. Penemuan di bidang teknologi informasi yang masif telah memutus batas-batas geografis. Dunia bagai kampung besar (global village). Kerja sama antarpihak semakin mudah, tetapi sekaligus kompleks. Dengan demikian guru harus mampu membekali diri dengan kedua kemampuan ini guna selanjutnya membekali siswa dengan kemampuan serupa.

Ketiga, keterampilan berpikir kreatif dan imajinasi (creativity and imagination). Kunci memenangi persaingan di era disrupsi ini adalah inovasi. Kita bisa melihat fenomena bagaimana beberapa produk di pasaran menghilang begitu saja karena telat berinovasi. Inovasi hanya bisa terlahir dari kreativitas dan imajinasi. Kreativitas dan imajinasi siswa hanya bisa terjadi jika ada ruang berpikir bebas, tidak takut salah, berani mencoba dan berimprovisasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaga Persatuan Bangsa,...
Jaga Persatuan Bangsa, BEM Dorong Mahasiswa Perkuat Literasi Hukum dan Politik
Disrupsi Teknologi Picu...
Disrupsi Teknologi Picu Polarisasi, Ida Fauziyah Dorong 4 Pilar sebagai Filter Digital
PP Tunas Berlaku, Kemenag:...
PP Tunas Berlaku, Kemenag: Momentum Perkuat Literasi Digital Siswa dan Santri
Sukseskan PP Tunas,...
Sukseskan PP Tunas, Kemenag Siapkan Strategi Literasi Digital bagi 13 Juta Siswa dan Santri
Satu Dekade Upaya Pemerintah...
Satu Dekade Upaya Pemerintah Bangun Internet Sehat dan Ruang Digital Ramah Anak
Tingkatkan Literasi...
Tingkatkan Literasi Tentang AI, Mahasiswa Universitas LIA Ikuti AYF 35 di Vietnam
Tingkatkan Literasi...
Tingkatkan Literasi Digital Sejak Dini, Mahasiswa FIKOM UP Edukasi Siswa MTs Al-Islamiyah Bogor
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
SPMB PJJ Diresmikan,...
SPMB PJJ Diresmikan, Siap Jangkau Jutaan Anak Tidak Sekolah
Rekomendasi
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Aletha Abew Ajak Anak...
Aletha Abew Ajak Anak Rajin Mandi Lewat Lagu Ceria yang Sarat Pesan Positif
Berita Terkini
Kapolri Bertemu Direktur...
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Bahas Penguatan Kerja Sama Kejahatan Transnasional
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
Canda Prabowo di Harlah...
Canda Prabowo di Harlah ke-28 PKB: MBG Itu Singkatan Mas Bahlil Ganteng, Bisa Aja Lo
Prabowo dan Gibran Hadiri...
Prabowo dan Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Ketua Umum Partai Perindo...
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Malam Ini
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved