Tak Mau Parpol Islam Tinggal Papan Nama, PKB Ajak Masyumi Satukan Visi
Rabu, 11 November 2020 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
”PKB semangatnya ingin bersama. Tetapi dari para tokoh yang mau mendirikannya, melihat kondisi yang ada saat ini, kalau Masyumi hanya bermodalkan semangat kejayaan masa lalu, menurut saya sudah tidak kontekstual dan bisa jadi nanti tidak lolos persyaratan electoral threshold dan persyaratan kepartaian,” ujar Gus Jazil di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/11/2020).
(Baca: Masyumi Reborn Bisa Besar jika Tawarkan Gagasan Istimewa dan Tokohnya Beri Teladan)
Wakil Ketua MPR ini, jika semakin banyak partai politik berbasis suara umat Islam, justru yang dikhawatirkan adalah kekuatan umat semakin kecil lagi. ”Menurut saya lebih baik kita bersama, menyatukan visi partai. Toh Masyumi ini sebagai partai baru juga tidak memiliki tema-tema besar yang kekinian,” katanya.
Gus Jazil mengaku belum melakukan komunikasi dengan para tokoh Masyumi, namun, dia menegaskan bahwa PKB adalah partai terbuka. ”Jadi boleh saja kita saling berdialog, nggak ada masalah. Cuma kan kepada siapa belum tahu ini. Tapi selama ini PKB adalah partai yang mengedepankan dialog, mengedepankan kebersamaan dan terbuka untuk melakukan diskusi untuk membahas apapun,” katanya.
Menurutnya, adanya partai politik baru berbasis Islam jangan sampai malah menjadikan kekuatan umat tidak kompak dan terpecah belah. ”Nah, di situ nanti khawatirnya hanya tinggal nama-nama, hanya partai papan nama, nggak ada orangnya,” pungkasnya.
(Baca: Masyumi Reborn Bisa Besar jika Tawarkan Gagasan Istimewa dan Tokohnya Beri Teladan)
Wakil Ketua MPR ini, jika semakin banyak partai politik berbasis suara umat Islam, justru yang dikhawatirkan adalah kekuatan umat semakin kecil lagi. ”Menurut saya lebih baik kita bersama, menyatukan visi partai. Toh Masyumi ini sebagai partai baru juga tidak memiliki tema-tema besar yang kekinian,” katanya.
Gus Jazil mengaku belum melakukan komunikasi dengan para tokoh Masyumi, namun, dia menegaskan bahwa PKB adalah partai terbuka. ”Jadi boleh saja kita saling berdialog, nggak ada masalah. Cuma kan kepada siapa belum tahu ini. Tapi selama ini PKB adalah partai yang mengedepankan dialog, mengedepankan kebersamaan dan terbuka untuk melakukan diskusi untuk membahas apapun,” katanya.
Menurutnya, adanya partai politik baru berbasis Islam jangan sampai malah menjadikan kekuatan umat tidak kompak dan terpecah belah. ”Nah, di situ nanti khawatirnya hanya tinggal nama-nama, hanya partai papan nama, nggak ada orangnya,” pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :