Smile Train Indonesia-Pusrehab Kemhan Luncurkan Terapi Wicara Bibir Sumbing
Rabu, 11 November 2020 - 10:31 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, di Indonesia sendiri saat ini banyak ditemukan anak-anak yang terlahir dengan kelainan celah bibir dan/atau langit-langit . Kondisi tersebut dapat membawa berbagai dampak terhadap kualitas hidup anak serta berbagai masalah kesehatan seperti kesulitan makan, bernapas, dan kesulitan mengembangkan kemampuan berbicara secara normal.
“Seperti anak-anak pada umumnya, anak-anak yang lahir dengan celah bibir dan/atau langit-langit belajar berbicara dari hari pertama sejak mereka dilahirkan dan mengeluarkan suara-suara sebagaimana bayi terlahir tanpa kondisi celah bibir dan/atau langit-langit. Namun, ke depannya perkembangan kemampuan berbicara anak-anak ini dapat terhambat karena mereka tidak dapat menggunakan bagian-bagian rongga mulut untuk berbicara dengan normal. Hal ini dapat menyebabkan hambatan komunikasi seperti keterbelakangan berbicara, masalah artikulasi, hypernasality, dan berbagai masalah lainnya,” ungkap Kolonel Kes dr. Budi Satriyo Utomo, SpKFR,MARS, Kabid Rehab Medik Pusrehab Kemhan RI. mewakili tim rehabilitasi medik RS Dr. Suyoto Pusrehab.
Saat ditanyakan terkait persiapan dan kesiapan Rumah Sakit Dr. Suyoto Pusrehab, Kolonel Kes dr. Budi Satriyo Utomo, SpKFR, MARS menegaskan setiap pasien yang dirawat telah menjalani test kesehatan sesuai standar Covid-19 dan Rumah Sakit.
“Kami menyiapkan semuanya dari awal, seperti mendapatkan data pasien sejak 1 bulan yang lalu bahkan lebih karena ada beberapa pasien yang pulang. Mulai dari situ tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19, kita terima pasien sejak hari Sabtu, kita lakukan pemeriksaan sesuai protokol Covid-19,” ujar Budi Satriyo.
Dia menambahkan, jika ada pasien yang hasilnya negatif, pasien kita minta dirawat dulu. Yang negatif kita masukkan ke tempat ini yang dilengkapi dengan fasilitas cukup bagus seperti eka filter, MCK dan pasien dirawat inap sejak hari Sabtu kemarin sampai sekarang. "Kita telah siapkan 5 tempat tidur dimana sebelum mereka masuk tadi harus mengikuti potokol dan prosedur seperti laboratorium, foto torax dan pemeriksaan fisik oleh para dokter," katanya.
Kepala Rumah Sakit Dr Suyoto Pusrehab Kemhan, Kolonel Ckm dr Daniel, SpRad menyatakan siap menjadi salah satu mitra Yayasan Smile Train dan PERAPI dalam melaksanakan pelayanan komprehensif terhadap pasien sumbing bibir dan sumbing langit-langit bagi pasien dari kalangan masyarakat tak mampu di Indonesia.
“Seperti anak-anak pada umumnya, anak-anak yang lahir dengan celah bibir dan/atau langit-langit belajar berbicara dari hari pertama sejak mereka dilahirkan dan mengeluarkan suara-suara sebagaimana bayi terlahir tanpa kondisi celah bibir dan/atau langit-langit. Namun, ke depannya perkembangan kemampuan berbicara anak-anak ini dapat terhambat karena mereka tidak dapat menggunakan bagian-bagian rongga mulut untuk berbicara dengan normal. Hal ini dapat menyebabkan hambatan komunikasi seperti keterbelakangan berbicara, masalah artikulasi, hypernasality, dan berbagai masalah lainnya,” ungkap Kolonel Kes dr. Budi Satriyo Utomo, SpKFR,MARS, Kabid Rehab Medik Pusrehab Kemhan RI. mewakili tim rehabilitasi medik RS Dr. Suyoto Pusrehab.
Saat ditanyakan terkait persiapan dan kesiapan Rumah Sakit Dr. Suyoto Pusrehab, Kolonel Kes dr. Budi Satriyo Utomo, SpKFR, MARS menegaskan setiap pasien yang dirawat telah menjalani test kesehatan sesuai standar Covid-19 dan Rumah Sakit.
“Kami menyiapkan semuanya dari awal, seperti mendapatkan data pasien sejak 1 bulan yang lalu bahkan lebih karena ada beberapa pasien yang pulang. Mulai dari situ tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19, kita terima pasien sejak hari Sabtu, kita lakukan pemeriksaan sesuai protokol Covid-19,” ujar Budi Satriyo.
Dia menambahkan, jika ada pasien yang hasilnya negatif, pasien kita minta dirawat dulu. Yang negatif kita masukkan ke tempat ini yang dilengkapi dengan fasilitas cukup bagus seperti eka filter, MCK dan pasien dirawat inap sejak hari Sabtu kemarin sampai sekarang. "Kita telah siapkan 5 tempat tidur dimana sebelum mereka masuk tadi harus mengikuti potokol dan prosedur seperti laboratorium, foto torax dan pemeriksaan fisik oleh para dokter," katanya.
Kepala Rumah Sakit Dr Suyoto Pusrehab Kemhan, Kolonel Ckm dr Daniel, SpRad menyatakan siap menjadi salah satu mitra Yayasan Smile Train dan PERAPI dalam melaksanakan pelayanan komprehensif terhadap pasien sumbing bibir dan sumbing langit-langit bagi pasien dari kalangan masyarakat tak mampu di Indonesia.
Lihat Juga :