KKP Sebut Jumlah Kapal Asing yang Masuk Perairan Indonesia Meningkat
Kamis, 16 April 2020 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Senada, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Pung Nugroho Saksono mengatakan setiap operasi pelumpuhan dilakukan secara matang berdasarkan informasi pusat pengendalian (Pusdal) KKP yang memantau 24 jam nonstop pergerakan kapal di lautan Indonesia.
”Berbekal hasil analisis Pusdal tersebut, kami merencanakan operasi, mengatur pola pergerakan kapal pengawas, menentukan intercept point (titik pencegatan) sehingga kapal-kapal tersebut bisa dilumpuhkan,” ujarnya.
Pung mengungkapkan strategi itu membuat kapal pengawas perikanan tidak lagi menggergaji laut untuk menangkap kapal ikan asing. Namun, kesuksesan semua itu akan ditentukan oleh eksekutor lapangan, yakni nakhoda dan awak kapal pengawas.
”Strategi yang saat ini kami terapkan merupakan perpaduan antara penggunaan teknologi, data dan informasi , kemampuan dan kesigapan awak kapal pengawas. Tentu penyempurnaan masih terus dilakukan,” katanya.
”Berbekal hasil analisis Pusdal tersebut, kami merencanakan operasi, mengatur pola pergerakan kapal pengawas, menentukan intercept point (titik pencegatan) sehingga kapal-kapal tersebut bisa dilumpuhkan,” ujarnya.
Pung mengungkapkan strategi itu membuat kapal pengawas perikanan tidak lagi menggergaji laut untuk menangkap kapal ikan asing. Namun, kesuksesan semua itu akan ditentukan oleh eksekutor lapangan, yakni nakhoda dan awak kapal pengawas.
”Strategi yang saat ini kami terapkan merupakan perpaduan antara penggunaan teknologi, data dan informasi , kemampuan dan kesigapan awak kapal pengawas. Tentu penyempurnaan masih terus dilakukan,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :