Kasus Perbudakan Juga Dialami ABK Indonesia di Kapal Taiwan

Sabtu, 09 Mei 2020 - 15:59 WIB
loading...
Kasus Perbudakan Juga...
Pemerintah diminta untuk memperhatikan nasib para pekerja migran Indonesia (PMI) atau anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di kapal berbendera Taiwan. Foto/Ilustrasi/EJFoundation
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta untuk memperhatikan nasib para pekerja migran Indonesia (PMI) atau anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di kapal berbendera Taiwan. Pasalnya, kasus dugaan perbudakan yang dialami ABK asal Indonesia di Kapal China Long Xing juga terjadi di Kapal Taiwan.

"Di Taiwan pun ada masalah sejenis seperti kapal China itu. Malah di sini sempat terjadi kasus pembunuhan kapten kapal itu karena dilakukan oleh pekerja dari Indonesia, karena memang tingkat stresnya sudah sangat tinggi sekali," ujar Program Manager Union Migrant (UNIMIG) Indonesia di Taiwan, Yuherina Gusman dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk Perlindungan Pekerja Migran di tengah pandemi, Sabtu (9/5/2020).

Yuherina mengungkapkan umumnya para ABK asal Indonesia yang bekerja di kapal berbendera Taiwan tidak memiliki tempat tinggal. "Jadi, mereka tinggal di kapal atau di tempat-tempat umum seperti taman, atau kayak saung-saung gitu yang ada di dekat kapal mereka, nah mereka tinggal di sana," jelasnya.

Dia melanjutkan banyak di antara para ABK asal Indonesia itu yang tidak memiliki asuransi kesehatan. Padahal, kata dia, pekerjaan para ABK itu risikonya tinggi.

"Dan banyak akhirnya kabur dari sana karena gajinya enggak terlalu besar, karena gajinya beda dengan tenaga kerja formal, mereka akan dihitungnya sebagai tenaga kerja informal dan yang mereka dapatkan juga belum tentu sesuai dengan yang dijanjikan," tuturnya.

Dia menuturkan umumnya proses perekrutan para ABK asal Indonesia itu terjadi di pelabuhan-pelabuhan di Tanah Air. "Di bawa ke kapal dan dibawa ke Taiwan dan alhasil gajinya tidak sesuai dengan yang diatur oleh perundang-perundangan. Jadi, kalau memang ke depannya pemerintah serius menanggapi hal ini, saya meminta teman-teman kami yang di Taiwan pun juga tolong diperhatikan, terutama bagian ABK," imbuhnya.

Kendati demikian, dia tidak mengetahui persis jumlah para ABK asal Indonesia di Kapal Taiwan. "Tapi yang pasti ribuan, di atas 10 ribu sepertinya ada, itu yang terdata, yang tidak terdata yang mereka datang langsung dari kapal misalkan pelabuhan Cirebon didatangkan ke Taiwan itu juga banyak dan mereka tidak terdata," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ratifikasi Konvensi...
Ratifikasi Konvensi ILO 188, Perlindungan Pekerja Laut Perlu Diperkuat
Prihatin Kapal TKI Ilegal...
Prihatin Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Malaysia, DPR: Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan...
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 3.570 WNI dari Malaysia
Kolaborasi UICI-KP2MI...
Kolaborasi UICI-KP2MI Tingkatkan Kualitas SDM Pekerja Migran
Prabowo Puji Aksi Heroik...
Prabowo Puji Aksi Heroik Sugianto Selamatkan Lansia dari Kebakaran di Korsel
Kementerian P2MI Dukung...
Kementerian P2MI Dukung Kementrans Kirim Masyarakat Transmigrasi Bekerja ke Jepang
Kisah Deni Maulana,...
Kisah Deni Maulana, Anak PMI Yordania yang Sukses Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan...
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 217 PMI dari Depot Imigrasi ke Tanah Air
Viral Kapal Tanker Pertamina...
Viral Kapal Tanker Pertamina Didominasi Pekerja India, Begini Penjelasan PIS
Rekomendasi
Jarak Tempuh Mobil Listrik...
Jarak Tempuh Mobil Listrik Volvo XC60 Kini Bertambah Tiga Kali Lipat
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Berita Terkini
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Hadiri Suroboyo 10K,...
Hadiri Suroboyo 10K, Wali Kota Agustina Siap Tampilkan Grand Finale Terbaik The Ultimate 10K Series 2026
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved