Tiga Jamaah Positif COVID-19, DPR Minta Evaluasi Umrah Saat Pandemi

Minggu, 08 November 2020 - 09:33 WIB
loading...
Tiga Jamaah Positif...
Anggota Komisi VIII DPR, Ali Taher Parasong memahami bahwa semangat beribadah tak terbendung tapi tentu harus tetap berhati-hati di tengah pandemi COVID-19 sehingga jangan terlalu dipaksakan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sebanyak 3 jamaah umrah asal Indonesia yang diberangkatkan pada 1 November lalu, terkonfirmasi positif COVID-19 setelah dilakukan tes usap (swab test) di Arab Saudi. Padahal, calon jamaah sudah diseleksi ketat dan dilakukan dengan protokol kesehatan COVID-19 .

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VIII DPR, Ali Taher Parasong memahami bahwa semangat beribadah tak terbendung tapi tentu harus tetap berhati-hati di tengah pandemi COVID-19 sehingga jangan terlalu dipaksakan. (Baca juga: Gerindra Ingatkan Stakeholder Tak Saling Sandera soal Vaksin COVID-19)

"Skema yang ditawarkan ada 3, pertama normal, kedua pembatasan, ketiga tidak berangkat umrah maupun haji. Kita memang semangat beragama tidak bisa dibendung tetapi faktor kewaspadaan terhadap virus pandemi ini kan belum juga tuntas, ini kan sepertinya agak terlampau dipaksakan," ujar Ali kepada wartawan, Minggu (8/11/2020).

Oleh karena itu, menurut Ali, ibadah umrah di tengah pandemi COVID-19 ini perlu segera dievaluasi kembali. Saat bicara dengan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag), Oman Fathurahman, mereka sepertinya memiliki rencana agar jamaah umrah bisa diberangkatkan secara massal.

"Saya bilang jangan dulu, kita bicara dulu DPR nanti masuk setelah reses, kita bicarakan tuntas dulu perkembangan dan evaluasi perjalanan umrah yang kemarin diberangkatkan," tegasnya.

Politikus PAN ini melanjutkan DPR dan Kemenag juga perlu bicara sebelum juga menentukan sikap terhadap pelaksanaan ibadah haji di tahun 2021/1422 H mendatang. Karena, ada banyak cost item yang harus dibicarakan kembali di samping masalah pandeminya.

Ali menguraikan dengan ada pandemi ini harus ada physical distancing atau jarak di pesawat, cuci tangan dengan sanitizer, kemudian masker yang mana, satu masker medis itu maksimal penggunaan 4 jam dan butuh beberapa masker dalam 24 jam. Siapa yang menyediakan itu dan dari mana sumber anggarannya, sementara ongkos haji sudah ditetapkan sekitar Rp45 juta.

"Nah, kalau ada tambahan-tambahan cost itu menjadi kewenangan siapa yang menentukan dan item apa saja. Itu perlu dibicarakan, belum lagi soal pandeminya," kata Ali.

Oleh karena itu, Legislator Dapil Banten III ini menambahkan meskipun pada akhirnya berangkat tidak berangkat tergantung pada posisi Arab Saudi sebagai tuan rumah yang menentukan berjalan atau tidaknya ibadah haji dan umrah, Indonesia tetap menunggu perkembangannnya dan mempersiapkan diri secara maksimal. (Baca juga: MPR Ingatkan BPOM Jamin Keamanan Vaksin Covid-19)

"Tentu saja Arab Saudi juga sangat tergantung dengan informasi dari WHO (organisasi kesehatan dunia) terkait dengan persoalan pandemi ini. Perlu dikaji lagi, perlu dikaji kembali karena demi kemaslahatan bersama. Semangat perlu, tetapi kewaspadaan dan hati-hati sangat perlu," tandas Ali.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepedulian Kapolri terhadap...
Kepedulian Kapolri terhadap Warga Kurang Mampu melalui Umrah Gratis dan Bedah Rumah
Bus Jemaah Umrah Indonesia...
Bus Jemaah Umrah Indonesia Terbakar Dekat Madinah, Kemenhaj: Seluruh Jemaah Selamat
28.170 Jemaah Umrah...
28.170 Jemaah Umrah Sudah Dipulangkan ke Indonesia Pascakonflik Timur Tengah
Konflik Timur Tengah,...
Konflik Timur Tengah, Selly DPR Ingatkan Pemerintah Lindungi Jemaah dan Pembiayaan Haji
Hampir 15.000 Jemaah...
Hampir 15.000 Jemaah Umrah Dipulangkan, Pemerintah Pastikan Tak Ada yang Terabaikan
Sikapi Perang AS-Israel...
Sikapi Perang AS-Israel dengan Iran, Kemenhaj Siapkan Skenario Haji 2026
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Travel, Cut Meyriska dan Roger Danuarta Serahkan Bukti ke Polisi
Cut Meyriska dan Roger...
Cut Meyriska dan Roger Danuarta Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Imbas Kasus Hanania Travel
Rekomendasi
Ruben Onsu Unggah Video...
Ruben Onsu Unggah Video Giorgio Ngopi di Rumah Sarwendah, Captionnya Bikin Heboh
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Berita Terkini
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Infografis
3 Alasan Presiden Jokowi...
3 Alasan Presiden Jokowi Cabut Status Pandemi Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved