Puskesmas Akan Dimaksimalkan Sebagai Garda Utama Hadapi Corona

Sabtu, 07 November 2020 - 06:58 WIB
loading...
A A A
Saraswati mengatakan bahwa di awal pandemi Covid-19, Puskesmas juga sudah berupaya melakukan tracing. Hanya, peran itu tidak optimal karena keterbatasan SDM di lapangan. “Sebenarnya dari awal sudah dilakukannya, tapi memang tidak optimal untuk hal tersebut. Kita tahu untuk 3T tersebut. Kita tahu treatment misalnya. Treatment-nya itu sebagian besar mereka adalah kalau yang dengan gejala sedang dan juga mungkin berat itu di rumah sakit,” katanya.

Dia mengungkapkan, pada fase awal penyebaran Covid-19 di Indonesia, pemerintah memfokuskan diri pada penguatan-penguatan rumah sakit sebagai benteng terakhir pengendalian Covid-19. Pada saat itu pemerintah berkejaran dengan waktu dalam menyiapkan alat kesehatan, alat perlindungan diri, termasuk redistribusi tenaga kesehatan menyusul banyak berdirinya rumah sakit-rumah sakit darurat.

“Jadi waktu itu fokusnya lebih ke arah penguatan-penguatan di rumah sakit dari sisi alkes kemudian tenaga kesehatannya dan juga rumah sakit-rumah sakit darurat didirikan. Nah, itu sebenarnya salah satu bentuk komitmen bahwa 3T-nya itu sudah dilakukan, tapi memang tidak optimal,” katanya.

Saraswati pun menegaskan bahwa tracing untuk menemukan kasus Covid-19 tetap menjadi komitmen dari pemerintah. Namun, dengan jumlah SDM yang terbatas, maka hal itu tidak optimalkan dilaksanakan. Menurutnya, pemerintah juga telah mempelajari pola-pola tracing Covid-19 yang dilakukan di berbagai negara untuk mendapatkan model terbaik. (Baca juga: Kampanye Tatap Muka Meningkat, Kampanye Daring Turun)

“Sedangkan untuk tracing boleh kami sampaikan bahwa walaupun sudah ada contoh-contoh di negara lain dilakukan tracing secara masif, tapi Indonesia baru mungkin boleh dibilang bukannya tidak komitmen, kami untuk sisi sumber daya juga kurang,” katanya.

Tracing yang dilakukan secara masif yang dilakukan negara-negara lain, kata Saraswati, mungkin relatif lebih berhasil. “Kita pada awal-awal terjadinya pandemi memang tidak berpikir ke arah situ ya. Jadi, resinya lebih ke arah mereka yang sudah positif dan kemudian melacak kontak erat yang dilakukan oleh teman-teman surveillances,” katanya.

Bahkan, sudah delapan bulan berjalan baru ada rekrutmen petugas lapangan untuk tracing kasus Covid-19 . “Dan, itu tidak dilakukan di enam bulan pertama. Bahkan baru akan dimulai di sekarang dengan membuka kesempatan untuk relawan-relawan membantu recruitment untuk didayagunakan di Puskesmas,” kata Saraswati.

Menkes Indonesia Diundang WHO

World Health Organization (WHO) secara khusus mengundang Menteri Kesehatan (Menkes) Indonesia Terawan Agus Putranto dan Menkes dari tiga negara lainnya yakni Afrika Selatan, Thailand, dan Uzbekistan untuk membahas tindak lanjut intra-action review/IAR dalam kesiapsiagaan dan respons Covid-19 di negara masing-masing. (Baca juga: Gelaran ICTM Dorong Pertumbuhan Ekonomi)

“Para menteri kesehatan dari Indonesia, Afrika Selatan, Thailand, dan Uzbekistan akan bergabung dengan Direktur Jenderal WHO Dr Tedros untuk berbagi pengalaman negara mereka dalam melakukan tinjauan intra-action review/IAR kesiapsiagaan dan respons Covid-19 ,” dari rilis Media Advisory yang dikutip Sindo Media kemarin.

Sebelumnya WHO telah mengirimkan surat yang dikirimkan melalui Asisten Direktur Jenderal Kesiapan Darurat WHO Jaouad Mahjour tersebut tertanggal 30 Oktober 2020. Dan, pelaksanaan IAR tersebut akan dilakukan pada hari ini, Jumat, 6 November 2020, pukul 11.00 CET (Geneva Time) atau sekitar 17.00 WIB.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
Prabowo Mau Renovasi...
Prabowo Mau Renovasi 10 Ribu Puskesmas dan Sekolah Pakai Uang Sitaan Negara
Poltekkes Kemenkes Jakarta...
Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gandeng Daegu Health College, Resmikan Dental Work Station Modern
Wamenkes Pantau Langsung...
Wamenkes Pantau Langsung Skrining Kesehatan Gratis Mitra Driver Gojek
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Rekomendasi
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Anthony Ginting Tersingkir
DPRD Kota Tangerang...
DPRD Kota Tangerang Matangkan Raperda Penyelenggaraan Transportasi
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Berita Terkini
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pimpinan Lembaga Antirasuah...
Pimpinan Lembaga Antirasuah Diduga Terseret Kasus MBG, Ini Tanggapan KPK
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved