Pilpres, Pembelahan Politik Masyarakat AS Dinilai Kian Memprihatinkan
Kamis, 05 November 2020 - 00:59 WIB
loading...
Pembelahan politik masyarakat AS dinilai semakin memprihatinkan. Hal ini dibuktikan dengan adanya bentrok fisik, persaingan klaim politik, dan fanatisme. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pembelahan politik masyarakat Amerika Serikat (AS) dinilai semakin memprihatinkan. Hal ini dibuktikan dengan adanya bentrok fisik, persaingan klaim politik, dan fanatisme yang menguat antara pendukung calon presiden (capres) dari Partai Republik, Donald Trump maupun capres Partai Demokrat, Joe Biden yang seolah tidak lagi menghiraukan spirit 'the United States'.
(Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Terapkan Rekayasa Perawatan)
"Kondisi itu semakin menunjukkan ada pergeseran fundamental karakter demokrasi Amerika saat ini. Lagi-lagi, populisme politik menguat yang ditandai oleh eksploitasi politik identitas, hoaks, fake news dan hate speech di berbagai lapisan masyarakat," ujar Dosen Ilmu Politik & International Studies, Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, Rabu (4/11/2020).
(Baca juga: Nama Burhanudin dan Hatta Ali Kembali Disebut di Sidang Andi Irfan Jaya)
Umam yang juga Direktur Eksekutif Romeo-Strategic Research & Consulting (RSRC), mengatakan, pembelahan itu ditunjukkan oleh ketatnya persaingan electoral collage votes di fase penghitungan hari ini, antara Donald Trump dan Joe Biden di Pemilu 2020.
(Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Terapkan Rekayasa Perawatan)
"Kondisi itu semakin menunjukkan ada pergeseran fundamental karakter demokrasi Amerika saat ini. Lagi-lagi, populisme politik menguat yang ditandai oleh eksploitasi politik identitas, hoaks, fake news dan hate speech di berbagai lapisan masyarakat," ujar Dosen Ilmu Politik & International Studies, Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, Rabu (4/11/2020).
(Baca juga: Nama Burhanudin dan Hatta Ali Kembali Disebut di Sidang Andi Irfan Jaya)
Umam yang juga Direktur Eksekutif Romeo-Strategic Research & Consulting (RSRC), mengatakan, pembelahan itu ditunjukkan oleh ketatnya persaingan electoral collage votes di fase penghitungan hari ini, antara Donald Trump dan Joe Biden di Pemilu 2020.
Lihat Juga :