Salurkan Energi Bagi Difabel, Yuk Ikut Virtual Eco Run Pertamina
Rabu, 04 November 2020 - 23:16 WIB
loading...
A
A
A
Abah Dindin, Perwakilan Sobat Disabilitas Peduli Lingkungan, Yayasan Kumala mengungkapkan 2017 Yayasan Kumala sudah melatih 470 Sobat Disabilitas yang tersebar di Serang, Sukabumi, Kuningan Bandung, Cirebon, dan NTB, namun hingga saat ini baru 4 kelompok atau 53 orang yang mendapat pendampingan karena swadaya terbatas.
Menurutnya, pendampingan yang diberikan dalam bentuk pelatihan usaha daur ulang kertas, menggunakan bahan-bahan yang nyaris gratis. Mereka juga memungut pelepah pisang, eceng gondok, alang-alang untuk diolah menjadi produk handicraft. Selain memproduksi, Sobat Disabilitas juga diajarkan untuk memasarkan melalui online, mitra, dan distributor di wilayah Bogor, Bandung dan daerah lain.
“Setelah mendapat pendampingan, mereka percaya diri dan mampu menciptakan produk bernilai dan mereka bisa menghasilkan uang. Selain itu mereka juga sudah bisa melatih dan sharing untuk teman-teman lainnya, bahkan ada yang jadi pelatih murid sekolah yang normal,”ujarnya.
Senada dengan itu, Engkus, anggota komunitas Yayasan Kumala, yang bergerak dalam bidang pemberdayaan masyarakat, salah satunya pelatihan Sobat Disabilitas, telah mengikuti program pelatihan pengolahan sampah dari kelompok disabilitas sejak tahun 2018, menyatakan masih banyak teman-teman penyandang disabilitas yang harus diwadahi.
“Tempat pelatihannya dulu cuma 1, teman-teman banyak yang harus jalan kaki jauh buat datang. Kalau pakai kendaraan umum ongkosnya mahal. Seneng bisa kumpul-kumpul bareng, ketawa dan bisa menghasilkan. Bahan-bahan bakunya ada di sekeliling dan hasilnya bisa dijual atau dijadikan pameran di sanggar,”katanya.
Menurutnya, pendampingan yang diberikan dalam bentuk pelatihan usaha daur ulang kertas, menggunakan bahan-bahan yang nyaris gratis. Mereka juga memungut pelepah pisang, eceng gondok, alang-alang untuk diolah menjadi produk handicraft. Selain memproduksi, Sobat Disabilitas juga diajarkan untuk memasarkan melalui online, mitra, dan distributor di wilayah Bogor, Bandung dan daerah lain.
“Setelah mendapat pendampingan, mereka percaya diri dan mampu menciptakan produk bernilai dan mereka bisa menghasilkan uang. Selain itu mereka juga sudah bisa melatih dan sharing untuk teman-teman lainnya, bahkan ada yang jadi pelatih murid sekolah yang normal,”ujarnya.
Senada dengan itu, Engkus, anggota komunitas Yayasan Kumala, yang bergerak dalam bidang pemberdayaan masyarakat, salah satunya pelatihan Sobat Disabilitas, telah mengikuti program pelatihan pengolahan sampah dari kelompok disabilitas sejak tahun 2018, menyatakan masih banyak teman-teman penyandang disabilitas yang harus diwadahi.
“Tempat pelatihannya dulu cuma 1, teman-teman banyak yang harus jalan kaki jauh buat datang. Kalau pakai kendaraan umum ongkosnya mahal. Seneng bisa kumpul-kumpul bareng, ketawa dan bisa menghasilkan. Bahan-bahan bakunya ada di sekeliling dan hasilnya bisa dijual atau dijadikan pameran di sanggar,”katanya.
Lihat Juga :