Pengamat Militer Minta TNI AL Perkuat Diplomasi Pertahanan Maritim

Selasa, 03 November 2020 - 17:09 WIB
loading...
Pengamat Militer Minta...
pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati meminta pemerintah Indonesia melalui TNI AL memperkuat diplomasi pertahanan maritim. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Indonesia merupakan Negara Kepulauan yang berada di antara dua benua dan samudera yakni, Benua Asia dan Australia serta Samudera Hindia dan Pasifik. Letaknya yang sangat strategis, membuat Indonesia berpotensi menjadi pintu gerbang dan pusat aktivitas kegiatan ekonomi maritim. (Baca juga: Danseskoal Serukan Kerja Sama Pertahanan Maritim Uni Eropa-ASEAN)

Meski demikian, sebagai negara maritime Indonesia juga dihadapkan pada berbagai macam tantangan. Untuk itu, Indonesia perlu membangun kekuatan pertahanan dan keamanan maritim yang kuat dan proporsional sesuai dengan luas wilayah dan ancaman yang dihadapi. (Baca juga: Nuning: Pancasila Harus Jadi Pedoman Hidup Berbangsa dan Bernegara)

”Seluruh stakeholders harus terus mengembangkan Maritime Domain Awarness (MDA). Karena, wilayah Indonesia adalah dua pertiga dari Asia Tenggara dan urat nadi jalur perdagangan internasional merupakan kunci stabilitas kawasan dan barometer bagi situasi kemanan maritime di kawasan ASEAN dan berpengaruh besar pada dunia,” ujar pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati saat Seminar Maritim Seskoal 2020 yang mengambil tema “Membangun Kembali Budaya Maritim Indonesia melalui Kebijakan Kelautan Indonesia dengan Strategi Pertahanan Maritim Indonesia” di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2020).

Saat ini, agresivitas Tiongkok yang memiliki kekuatan besar ekonomi dan militer tengah berusaha menguasai jalur perdagangan Indo Pasifik dengan cara membangun beberapa pelabuhan di negara partisipan. Semua dilakukan untuk kepentingan strategis Tiongkok yang tentunya dapat membawa ancaman di kawasan.

Pengamat Militer Minta TNI AL Perkuat Diplomasi Pertahanan Maritim


Di sisi lain, Amerika Serikat bersama dengan Jepang, India, dan Australia juga telah membentuk suatu aliansi strategis untuk memperkuat konsep free and open Indo Pasifik. Secara tidak langsung, upaya tersebut juga untuk melaksanakan fungsi menahan pengaruh Tiongkok di kawasan. ”Belakangan aliansi tersebut juga mulai menggalang dukungan dari negara-negara ASEAN. Saat ini perubahan postur pertahanan global juga telah memunculkan adanya ancaman siber, termasuk kejahatan siber, perebutan data personal untuk kepentingan bisnis dan pertahanan untuk mendeteksi pola mobilitas penduduk dan kompetisi nubika,” kata Nuning, panggilan akrab Susaningtyas Kertopati.

Karena itu, peran TNI Angkatan Laut (AL) dalam menjaga kedaulatan laut yuridiksi nasional dan stabilitas keamanan maritim harus menjadi konsentrasi utama dalam berbagai operasi militer, baik unilateral, bilateral, ataupun multilateral. ”Untuk itu, kualitas dan kuantitas operasi militer harus lebih efektif dan efisien dalam mengantisipasi dinamika lingkungan strategis dan perkembangan teknologi yang memengaruhi pola dan jenis gelar operasi militer. Secara khusus, kemampuan diplomasi dan kerja sama antar Angkatan Laut negara-negara ASEAN dibutuhkan untuk menjaga stabilitas kawasan dan menjaga sentralitas ASEAN,” ucapnya.

Pengamat Militer Minta TNI AL Perkuat Diplomasi Pertahanan Maritim


Mantan anggota Komisi I DPR ini juga menilai, pentingnya pemanfaatan Big Data dan Artificial Intelligence dalam pengolahan sistem keamanan maritim dalam konteks menjaga stabilitas keamanan maritim Indonesia dan kawasan. ”Kemampuan diplomasi maritim dibutuhkan untuk menjaga Indonesia tidak menjadi proxy dari pertarungan kekuatan besar di kawasan, yaitu AS dan China. Seskoal sebagai lembaga pendidikan tertinggi di TNI AL sebagai mercusuar kembalinya budaya maritime Indonesia kepada seluruh generasi muda Bangsa Indonesia dengan peran penting para Pasis Seskoal sebagai leader of change,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Sertijab, Kolonel Laut...
Sertijab, Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad Resmi Jabat Wadan Puspomal
KRI Canopus-936, Kapal...
KRI Canopus-936, Kapal Survei Canggih TNI AL yang Bisa Deteksi Ranjau Laut dan Jalur Kapal Selam
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
Penjelasan TNI soal...
Penjelasan TNI soal Siswa SMP di Gresik Diduga Terkena Peluru Nyasar
Rekomendasi
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
Berita Terkini
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Protes Penangkapan Roy...
Protes Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ahmad Khozinudin Bandingkan Silfester Matutina yang Tak Kunjung Dieksekusi
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Ahmad Khozinudin: Kami...
Ahmad Khozinudin: Kami Nyatakan Perang Terbuka secara Hukum Melawan Joko Widodo
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Pakar: Untuk Kebutuhan Penyidikan
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Jokowi Janji Bawa Ijazah Asli ke Persidangan
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved