Elektabilitas Gatot Nurmantyo di Atas Mahfud MD dan Puan, Ini Faktor Penyebabnya
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
Dedi juga mengatakan, ada faktor lain yang mempengaruhi Gatot bisa unggul dari figur seperti Mahfud MD , Airlangga, Puan, dan Cak Imin. Gatot dianggap salah satu figur yang berada di barisan oposisi pemerintah dengan 'manuver' politiknya yang memiliki efek kejut.
Dedi menganggap, jika performa Gatot bisa terjaga dengan baik, tak menutup kemungkinan mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu bisa dilirik oleh partai politik. Terlebih, Gatot saat ini dianggap figur militer yang dekat dengan kelompok Islam setelah Prabowo menyeberang ke pemerintahan Jokowi.
![Elektabilitas Gatot Nurmantyo di Atas Mahfud MD dan Puan, Ini Faktor Penyebabnya]()
"Hanya saja dalam konteks lain, bisa saja karena faktor meningkatnya kekecewaan publik pada tokoh-tokoh politik, sekaligus faktor popularitas Gatot yang terus meningkat," jelas Dedi.
Untuk diketahui, elektabilitas dan popularitas Gatot Nurmantyo juga terekam dalam rilis survei Indikator Politik pimpinan analis politik asal UIN Jakarta, Burhanudin Muhtadi. Berdasarkan data survei Indikator yang dirilis Minggu, 25 Oktober 2020, mantan Pangkostrad tersebut memiliki elektabilitas 1,4 persen atau sama dengan hasil survei pada Juli 2020. Pria kelahiran Tegal 13 Maret 1960 itu masih unggul dibanding Menko Polhukam Mahfud MD yang kali ini memiliki elektabilitas 1,3 persen.
Selain itu, Gatot juga unggul dari Ketua DPR RI Puan Maharani yang elektabilitasnya hanya 0.9 persen. Gatot juga unggul dari Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Elektabilitas Airlangga berdasarkan survei tersebut sebesar 1,2 persen.(Baca juga: Elektabilitas Gatot Nurmantyo Stagnan, tapi Lebih Tinggi dari Mahfud MD dan Puan Maharani ).
Dedi menganggap, jika performa Gatot bisa terjaga dengan baik, tak menutup kemungkinan mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu bisa dilirik oleh partai politik. Terlebih, Gatot saat ini dianggap figur militer yang dekat dengan kelompok Islam setelah Prabowo menyeberang ke pemerintahan Jokowi.

"Hanya saja dalam konteks lain, bisa saja karena faktor meningkatnya kekecewaan publik pada tokoh-tokoh politik, sekaligus faktor popularitas Gatot yang terus meningkat," jelas Dedi.
Untuk diketahui, elektabilitas dan popularitas Gatot Nurmantyo juga terekam dalam rilis survei Indikator Politik pimpinan analis politik asal UIN Jakarta, Burhanudin Muhtadi. Berdasarkan data survei Indikator yang dirilis Minggu, 25 Oktober 2020, mantan Pangkostrad tersebut memiliki elektabilitas 1,4 persen atau sama dengan hasil survei pada Juli 2020. Pria kelahiran Tegal 13 Maret 1960 itu masih unggul dibanding Menko Polhukam Mahfud MD yang kali ini memiliki elektabilitas 1,3 persen.
Selain itu, Gatot juga unggul dari Ketua DPR RI Puan Maharani yang elektabilitasnya hanya 0.9 persen. Gatot juga unggul dari Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Elektabilitas Airlangga berdasarkan survei tersebut sebesar 1,2 persen.(Baca juga: Elektabilitas Gatot Nurmantyo Stagnan, tapi Lebih Tinggi dari Mahfud MD dan Puan Maharani ).
(zik)
Lihat Juga :