Elektabilitas Gatot Nurmantyo di Atas Mahfud MD dan Puan, Ini Faktor Penyebabnya

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 17:10 WIB
loading...
Elektabilitas Gatot...
Gatot Nurmantyo. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo menjadi salah satu figur yang masuk dalam bursa calon presiden 2024. Elektabilitasnya bahkan mengalahkan Mahfud MD dan Puan Maharani.

Indonesia Political Opinion (IPO) dalam rilis survei terbaru mencatat elektabilitas mantan Panglima TNI itu berada di angka 4 persen. Dari rilis itu, elektabilitas Gatot terbilang stagnan, tetapi posisinya masih unggul dari figur parpol dan non-parpol seperti Menko Polhukam Mahfud MD (2,5 persen), Airlangga Hartarto (2,9 persen), Puan Maharani (1,9 persen), Erick Thohir (1,1 persen) dan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar (1,0 persen).

Namun, Gatot masih kalah dari figur seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Mendagri Tito Karnavian, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Kemudian, di atas figur-figur ini berturut-turut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang memiliki elektabilitas nomor wahid.

(Baca juga: Muncul Usulan Gatot Nurmantyo-Hanafi Rais Pimpin Partai Ummat, Ini Respons Loyalis Amien Rais ).

Kembali ke elektabilitas Gatot . Meski purnawirawan jenderal bintang empat itu tak diasosiasikan dengan parpol mana pun, tetap masuk dalam jajaran figur yang berpeluang di Pilpres 2024. Lalu, apa faktor yang mempengaruhi sehingga Gatot berhasil mengungguli Mahfud MD dkk?

(Baca juga: Termasuk Anies dan Gatot, Ini Tokoh Nonparpol yang Kerap Masuk Bursa Capres 2024 ).

"Faktor dalam survei (Gatot) berkaitan dengan anggapan ketegasan, integritas, kepintaran, dan kewibawaan," beber Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah saat dikonfirmasi SINDOnews, Sabtu (31/10/2020).

Dedi juga mengatakan, ada faktor lain yang mempengaruhi Gatot bisa unggul dari figur seperti Mahfud MD , Airlangga, Puan, dan Cak Imin. Gatot dianggap salah satu figur yang berada di barisan oposisi pemerintah dengan 'manuver' politiknya yang memiliki efek kejut.

Dedi menganggap, jika performa Gatot bisa terjaga dengan baik, tak menutup kemungkinan mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu bisa dilirik oleh partai politik. Terlebih, Gatot saat ini dianggap figur militer yang dekat dengan kelompok Islam setelah Prabowo menyeberang ke pemerintahan Jokowi.
Elektabilitas Gatot Nurmantyo di Atas Mahfud MD dan Puan, Ini Faktor Penyebabnya

"Hanya saja dalam konteks lain, bisa saja karena faktor meningkatnya kekecewaan publik pada tokoh-tokoh politik, sekaligus faktor popularitas Gatot yang terus meningkat," jelas Dedi.

Untuk diketahui, elektabilitas dan popularitas Gatot Nurmantyo juga terekam dalam rilis survei Indikator Politik pimpinan analis politik asal UIN Jakarta, Burhanudin Muhtadi. Berdasarkan data survei Indikator yang dirilis Minggu, 25 Oktober 2020, mantan Pangkostrad tersebut memiliki elektabilitas 1,4 persen atau sama dengan hasil survei pada Juli 2020. Pria kelahiran Tegal 13 Maret 1960 itu masih unggul dibanding Menko Polhukam Mahfud MD yang kali ini memiliki elektabilitas 1,3 persen.

Selain itu, Gatot juga unggul dari Ketua DPR RI Puan Maharani yang elektabilitasnya hanya 0.9 persen. Gatot juga unggul dari Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Elektabilitas Airlangga berdasarkan survei tersebut sebesar 1,2 persen.(Baca juga: Elektabilitas Gatot Nurmantyo Stagnan, tapi Lebih Tinggi dari Mahfud MD dan Puan Maharani ).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Momen Prabowo Mencari...
Momen Prabowo Mencari Kopi saat Pidato di Rapat Paripurna DPR
Disambut Puan Maharani,...
Disambut Puan Maharani, Presiden Prabowo Hadiri Rapat Paripurna DPR
Nobar Film Pesta Babi...
Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan di Sejumlah Daerah, Puan Maharani Buka Suara
Atasi Kebocoran Data...
Atasi Kebocoran Data Ekspor, Mahfud MD Dorong Penguatan PT DSI
Salat di Masjid DPR,...
Salat di Masjid DPR, Puan Harap Iduladha 2026 Jadi Momen Rajut Kepedulian Sosial
Prabowo, Bahlil Lahadalia...
Prabowo, Bahlil Lahadalia hingga Puan Maharani Hadiri Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju
Rekomendasi
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Apa Itu PCOS? Ini Gejala,...
Apa Itu PCOS? Ini Gejala, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Kesuburan Wanita
Berita Terkini
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Infografis
Adu Pendidikan Gatot...
Adu Pendidikan Gatot Nurmantyo vs Mahfud MD, Calon Menko Polkam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved