KH Miftahudin: Tidak Benar Kartu Prakerja Hanya Dinikmati Platform Digital
Jum'at, 08 Mei 2020 - 16:01 WIB
loading...
Koordinator Perhimpunan Pengasuh SMK Ponpes, KH Miftahudin mengklaim SMK berbasis ponpes telah menjadi mitra dalam pelaksanaan program pelatihan Kartu Prakerja. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Koordinator Perhimpunan Pengasuh SMK Ponpes, KH Miftahudin mengklaim SMK berbasis pondok pesantren (ponpes) telah menjadi mitra dalam pelaksanaan program pelatihanKartu Prakerja.
Menurutnya mitra Kartu Prakerja tidak hanya pemilik platform digital raksasa saja. Namun, SMK berbasis ponpes juga bisa menyediakan konten pelatihan. Seperti yang dilakukan SMK berbasis ponpes di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Barat berkolaborasi dengan platform digital Sekolahmu.
“Tidak benar kalau pelatihan Kartu Prakerja hanya dinikmati platform digital besar. Sebagian besar justru dinikmati sama pembuat modul, konten dan lembaga pelatihan termasuk SMK berbasis Ponpes,” ujar KH Miftahudin yang juga pengasuh SMK Balekambang Jepara saat dihubungi melalui layanan singkat, Jumat (08/05).
Menurut KH Miftahudin, SMK Ponpes lebih memilih kerja sama dan kolaborasi dengan platform Sekolahmu karena persyaratan lebih simpel, bersedia mendampingi sekolah tidak hanya membuat modul dan konten bagi guru. Tetapi juga link dengan dunia usaha dan industri.
“Kami berkepentingan dengan Kartu Prakerja. Pasalnya, salah satu parameter keberhasilan sekolah vokasi kayak kami adalah, menyalurkan para alumni ke dunia kerja dan dunia usaha,” jelasnya.
KH Miftahudin menegaskan, melalui Kartu Prakerja, pemerintah memberikan skill up bagi alumni yang menjadi peserta dan pihak Sekolahmu membantu mencarikan link dengan dunia usaha dan dunia industri.
“Jadi tidak ada monopoli dari digital platform. Sebab, semangatnya kolaborasi dan saling mengisi baik pelatihan secara online seperti saat ini, atau offline pada nantinya, pasca COVID-19,” tegasnya.
Menurutnya mitra Kartu Prakerja tidak hanya pemilik platform digital raksasa saja. Namun, SMK berbasis ponpes juga bisa menyediakan konten pelatihan. Seperti yang dilakukan SMK berbasis ponpes di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Barat berkolaborasi dengan platform digital Sekolahmu.
“Tidak benar kalau pelatihan Kartu Prakerja hanya dinikmati platform digital besar. Sebagian besar justru dinikmati sama pembuat modul, konten dan lembaga pelatihan termasuk SMK berbasis Ponpes,” ujar KH Miftahudin yang juga pengasuh SMK Balekambang Jepara saat dihubungi melalui layanan singkat, Jumat (08/05).
Menurut KH Miftahudin, SMK Ponpes lebih memilih kerja sama dan kolaborasi dengan platform Sekolahmu karena persyaratan lebih simpel, bersedia mendampingi sekolah tidak hanya membuat modul dan konten bagi guru. Tetapi juga link dengan dunia usaha dan industri.
“Kami berkepentingan dengan Kartu Prakerja. Pasalnya, salah satu parameter keberhasilan sekolah vokasi kayak kami adalah, menyalurkan para alumni ke dunia kerja dan dunia usaha,” jelasnya.
KH Miftahudin menegaskan, melalui Kartu Prakerja, pemerintah memberikan skill up bagi alumni yang menjadi peserta dan pihak Sekolahmu membantu mencarikan link dengan dunia usaha dan dunia industri.
“Jadi tidak ada monopoli dari digital platform. Sebab, semangatnya kolaborasi dan saling mengisi baik pelatihan secara online seperti saat ini, atau offline pada nantinya, pasca COVID-19,” tegasnya.
Lihat Juga :