Jutaan Data Tokopedia Bocor, DPR: Jangan Sampai Dipakai Penipuan dan Terorisme

Jum'at, 08 Mei 2020 - 14:39 WIB
loading...
Jutaan Data Tokopedia...
Anggota Komisi I DPR, Hillary Brigitta Lasut meminta Polri melakukan investigasi mendalam mengenai dugaan kebocoran data jutaan pengguna marketpalce Tokopedia. Foto/dpr.go.id
A A A
JAKARTA - Polri diminta melakukan investigasi mendalam mengenai dugaan kebocoran data jutaan pengguna marketpalce Tokopedia. Apalagi, data akun pengguna berupa email, hash kata kunci, nama lengkap dan nomor telepon tersebut, disebut sudah dijual di dark web.

"Polisi harus menginvestigasi temuan ini dan mencegah tidak terjadi lagi sehingga harus dilakukan pemeriksaan juga bagaimana security data system yang bagus di market place lain yang belum terjamah hackers, itu wajib," ujar Anggota Komisi I DPR Hillary Brigitta Lasut dalam Bincang Sore Live IG SINDOnews, Kamis (7/5/2020).

Hillary mengatakan, dalam kasus ini ketika data pengguna Indonesia diduga sudah dijual di pasar gelap maka jangan salahkan kalau ke depan masyarakat mengamuk kepada pemerintah kalau tiba-tiba ada penipuan atau teror. "Atau misalnya digunakan data-data ini untuk terorisme dan sebagainya. Apalagi sekarang perbankan menggunakan data-data dari marketplace," kata Hillary yang juga mengaku sebagai pengguna Tokopedia.

Politikus Partai Nasdem ini mengatakan, dalam marketplace tersebut, data pengguna mulai nama, alamat, kelamin dan sebagainya tertera lengkap. "Sekarang misalnya orang seperti ini, keluarga saya bisa dicari di Google, yang perlu dicari tinggal nama ibu kandung dan alamat sesuai KTP. dan alamat kami anggota DPR tertera di situs DPR. Kalau sekarang ada dari bank melakukan phone banking punya saya sudah bisa terbobol, ini tentu merisaukan," urainya.

Karena itu, menurut Hillary, kasus ini harus menjadi landasan bagi Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Polri untuk melakukan penyelidikan yang lebih luas, bahkan kepada marketplace yang belum pernah dijamah oleh hacker. "Seperti Shopee atau lainnya itu harus dicek juga keamanannya.Jangan sampai seperti Tokopedia bilang, ganti password saja, itu sangat tidak adil. Saya secara pribadi kalau data saya sudah ter-publish ke masyarakat, mereka bisa mengakses rekening saya walau isinya enggak banyak," tuturnya.

Karena itu, dirinya mengusulkan segera dilakukan rapat gabungan antara Komisi I yang menjadi mitra Kominfo, Komisi III yang menjadi mitra Polri, dan Komisi VI yang menjadi mitra Kemendag. "Jangan sampai kita hanya sibuk terhadap yang sudah terjadi, tapi kita tidak melakukan pencegahan terhadap marketplace yang belum dibobol. Selain itu, kita harus mewajibkan Tokopedia memberikan jaminan kepada penggunanya bahwa security data system mereka akan diperbaiki dan jauh lebih baik kalau masih ingin izinnya diperpanjang," jelasnya.

Kendati begitu, secara pribadi Hillary mengaku tidak setuju jika dalam masa penyelidikan ini kemudian Tokopedia ditutup. Sebab, dalam kondisi pandemi seperti sekarang, perekonomian masyarakat sangat bergantung kepada keberadaan marketplace. "Mungkin kita bisa meminta ganti rugi, tapi tiak menutup mereka secara langsung hanya karena masa penyelidikan," tandasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Nanik S Deyang Tidak...
Nanik S Deyang Tidak Hadiri Rapat Laporan Keuangan BGN di Komisi IX DPR
Peradi Profesional Dorong...
Peradi Profesional Dorong RUU HPI Lebih Adaptif Hadapi Hubungan Hukum Lintas Negara
Tepis Hoaks Menolak,...
Tepis Hoaks Menolak, DPR Kebut RUU Aset
HUKUM MATI! DPR RI Geram,...
HUKUM MATI! DPR RI Geram, Sebut Korupsi Eks Jampidsus Sangat Memalukan
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
Rekomendasi
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
Ruben Onsu Bongkar Bukti...
Ruben Onsu Bongkar Bukti Transfer Rp11,3 Miliar untuk Rumah Sarwendah
Berita Terkini
Penampakan Alphard yang...
Penampakan Alphard yang Disita KPK Terkait Kasus Bupati Lombok Barat
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Infografis
Giliran Data BPJS Ketenagakerjaan...
Giliran Data BPJS Ketenagakerjaan yang Diduga Bocor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved