DPR Minta Pemerintah Evaluasi Perlindungan ABK di Luar Negeri

Jum'at, 08 Mei 2020 - 14:28 WIB
loading...
DPR Minta Pemerintah...
DPR meminta pemerintah mengevaluasi masalah rekrutmen dan perlindungan WNI yang menjadi ABK di luar negeri.
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi meminta pemerintah mengevaluasi masalah rekrutmen dan perlindungan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) di luar negeri. (Baca juga: Pemerintah Diminta Lindungi WNI yang Bekerja di Kapal Asing)

Permintaan Bobby tersebut menyikapi kasus eksploitasi terhadap belasan ABK asal Indonesia yang bekerja di Kapal China bernama Long Xing. Terlebih, ada beberapa ABK yang meninggal dunia dan jenazahnya di buang ke laut. (Baca juga: Pemerintah Harus Tuntut Pemilik Kapal Bayar Hak ABK Korban Perbudakan)

"Pemerintah perlu kembali mengevaluasi masalah rekrutmen dan perlindungan ABK di luar negeri, karena hal ini rentan berulang terjadi, sedangkan agen pengiriman TKI sebagai ABK ini sebenarnya itu-itu saja," ujar Bobby kepada SINDOnews, Jumat (8/5/2020).

Politikus Partai Golkar ini mengatakan, apa yang dialami para ABK itu merupakan masalah negara melindungi warganya sebagai pekerja migran di luar negeri. "Protes diplomatik keras ke pemerintah China dan gugatan hukum di China ke perusahaan kapal tersebut pantas dilakukan," ungkapnya.

Di samping itu, dia menilai perlu dilakukan investigasi terhadap agen pengirim ABK di Indonesia. "Bila ditemukan penyimpangan, segera bekukan izinnya dan tindak hukum pengelolanya," ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, perlu dipastikan hak-hak ABK tersebut dipenuhi dan disantuni untuk yang meninggal. "Ini akibat sengketa kewenangan antara Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait ABK untuk kapal penangkap ikan asing," katanya.

Dia menyebut, ketiga kementerian tersebut saling lempar tanggung jawab ketika terjadi masalah. "Derita ABK ini harus kita sudahi. Moratorium menjadi satu-satunya opsi karena kapal penangkap ikan, khususnya yang berbendera China dan Taiwan adalah lawless world," katanya. Rico Afrido Simanjuntak
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Kate Middleton Bertemu...
Kate Middleton Bertemu Mantan Kekasihnya Rupert Finch, Begini Kisah Cinta Mereka
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
Team RS–Telkomsel...
Team RS–Telkomsel 5G Juarai Grup R pada Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
Berita Terkini
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved