Ini Kronologi Tewasnya Pendeta Yeremia Hasil Investigasi Tim Haris Azhar
Kamis, 29 Oktober 2020 - 13:44 WIB
loading...
Haris Azhar mengungkapkan dugaan keterlibatan anggota TNI bernama Alpius dalam kasus tewasnya Pendeta Yeremia di Kabupaten Intan Jaya, Papua pada 19 September 2020. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Serangkaian kekerasan di Kabupaten Intan Jaya , Papua, yang juga mengakibatkan Pendeta Yeremia Zanambani tewas sampai saat ini masih terus menarik perhatian. Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan pemerintah telah mengumumkan kelompok krinimal bersenjata atau KKB yang menewaskan dua prajurit TNI. Sementara dalam pembunuhan Pendeta Yeremia, TGPF menyebut adanya keterlibatan oknum anggota TNI.
Temuan ini diperkuat hasil investigasi Tim Kemanusiaan Provinsi Papua untuk Kasus Kekerasan Terhadap Tokoh Agama yang diketuai Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar. Berdasarkan penggalian informasi di lapangan, Haris mengungkapkan ada dugaan kuat pendeta Zanambani terbunuh salah seorang personel TNI pada 19 September 2020.
Keterangan ini diperoleh dari istri korban, yakni Meriam Zoani, yang pada sore di hari itu bertemu rombongan personel TNI saat sedang melakukan patroli.
"Pada sekitar pukul 14.55 Ibu Meriam Zoani Zanambani bertemu dengan rombongan anggota TNI, di ujung Lapangan terbang Hitadipa yang berjumlah cukup banyak, barisannya 50-60 meter. Personel dipimpin oleh anggota TNI bernama Alpius. Mama terkejut dan takut melihat rombongan tersebut. Mama baru agak sedikit lega ketika melihat Alpius, pimpinan pasukan di lokasi Hitadipa. Kedua sempat berbincang," kata Haris saat konferensi pers virtual, Kamis (29/10/2020).
(Baca: TGPF Intan Jaya Serahkan Hasil Investigasi Kepada Menkopolhukam)
Haris menjelaskan, Alpius adalah anggota TNI yang telah dikenal baik dan dianggap anak sendiri Meriam Zoani dan Pendeta Yeremia. Alpius beberapa kali ke rumah mereka untuk mandi, makan bersama, bahkan mengambil air untuk kebun yang dikelola Alpius.
Alpius biasa memanggil Meriam dengan sebuta “Mama”. Pendeta Yeremia juga tahu bahwa Alpius sering bermain dan kenal baik dengan warga.
Temuan ini diperkuat hasil investigasi Tim Kemanusiaan Provinsi Papua untuk Kasus Kekerasan Terhadap Tokoh Agama yang diketuai Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar. Berdasarkan penggalian informasi di lapangan, Haris mengungkapkan ada dugaan kuat pendeta Zanambani terbunuh salah seorang personel TNI pada 19 September 2020.
Keterangan ini diperoleh dari istri korban, yakni Meriam Zoani, yang pada sore di hari itu bertemu rombongan personel TNI saat sedang melakukan patroli.
"Pada sekitar pukul 14.55 Ibu Meriam Zoani Zanambani bertemu dengan rombongan anggota TNI, di ujung Lapangan terbang Hitadipa yang berjumlah cukup banyak, barisannya 50-60 meter. Personel dipimpin oleh anggota TNI bernama Alpius. Mama terkejut dan takut melihat rombongan tersebut. Mama baru agak sedikit lega ketika melihat Alpius, pimpinan pasukan di lokasi Hitadipa. Kedua sempat berbincang," kata Haris saat konferensi pers virtual, Kamis (29/10/2020).
(Baca: TGPF Intan Jaya Serahkan Hasil Investigasi Kepada Menkopolhukam)
Haris menjelaskan, Alpius adalah anggota TNI yang telah dikenal baik dan dianggap anak sendiri Meriam Zoani dan Pendeta Yeremia. Alpius beberapa kali ke rumah mereka untuk mandi, makan bersama, bahkan mengambil air untuk kebun yang dikelola Alpius.
Alpius biasa memanggil Meriam dengan sebuta “Mama”. Pendeta Yeremia juga tahu bahwa Alpius sering bermain dan kenal baik dengan warga.
Lihat Juga :