Bertemu Menlu AS, GP Ansor Ingin Tunjukkan Islam Tidak Identik Kekerasan
Kamis, 29 Oktober 2020 - 13:25 WIB
loading...
A
A
A
Langkah ini dinilainya sejalan dengan Deklarasi yang digagas Pompeo terkait hak asasi manusia yang tidak bisa dicabut. "Apa yang tidak bisa dicabut itu ya tentang kebebasan berkeyakinan, hak untuk hidup," katanya.
Pertemuan ini, kata Gus Yaqut, dimaksudkan untuk lebih pada menyamakan cara pandang antara Indonesia dan AS terhadap persoalan-persoalan tersebut.
Dia mengharapkan melalui pertemuan ini, peradaban dunia akan menjadi lebih baik. "Peradaban dunia yang bebas dari konflik dan menggunakan hak-hak dasar, hak asasi manusia tadi yang tidak bisa dicebut sebagai norma untuk menciptakan perdamaian," urainya.(Baca juga: Terima Menlu Pompeo, Jokowi Sebut Saling Kunjung Pejabat AS-Indonesia Paling Intensif ).
Gus Yaqut juga menegaskan bahwa Ansor ingin menunjukkan bahwa Islam yang didakwahkan oleh ulama pada umumnya di Indonesia adalah Islam yang moderat, Islam yang sangat berbeda dengan apa yang ditemui di dunia Barat seperti kejadian terakhir di Paris, Prancis.
"Bagaimana Islam itu berwajah keras (di Barat) dan apa intimidatif dan pemerintah Amerika dalam melihat Islam, itu ternyata tidak seperti gambaran Islam di dunia Barat. Oleh karena itu beliau mau datang ke sini, pengen melihat secara langsung dan mudah-mudahan ini juga menjadi bagian dari dakwah Nahdlatul Ulama bahwa islam itu ya memang seharusnya melindungi semuanya, menjadi rahmat bagi sekalian alam," tuturnya.
Pertemuan ini, kata Gus Yaqut, dimaksudkan untuk lebih pada menyamakan cara pandang antara Indonesia dan AS terhadap persoalan-persoalan tersebut.
Dia mengharapkan melalui pertemuan ini, peradaban dunia akan menjadi lebih baik. "Peradaban dunia yang bebas dari konflik dan menggunakan hak-hak dasar, hak asasi manusia tadi yang tidak bisa dicebut sebagai norma untuk menciptakan perdamaian," urainya.(Baca juga: Terima Menlu Pompeo, Jokowi Sebut Saling Kunjung Pejabat AS-Indonesia Paling Intensif ).
Gus Yaqut juga menegaskan bahwa Ansor ingin menunjukkan bahwa Islam yang didakwahkan oleh ulama pada umumnya di Indonesia adalah Islam yang moderat, Islam yang sangat berbeda dengan apa yang ditemui di dunia Barat seperti kejadian terakhir di Paris, Prancis.
"Bagaimana Islam itu berwajah keras (di Barat) dan apa intimidatif dan pemerintah Amerika dalam melihat Islam, itu ternyata tidak seperti gambaran Islam di dunia Barat. Oleh karena itu beliau mau datang ke sini, pengen melihat secara langsung dan mudah-mudahan ini juga menjadi bagian dari dakwah Nahdlatul Ulama bahwa islam itu ya memang seharusnya melindungi semuanya, menjadi rahmat bagi sekalian alam," tuturnya.
Lihat Juga :