Memperingat Sumpah Pemuda: Saatnya Menghilangkan Egoisme

Selasa, 27 Oktober 2020 - 09:18 WIB
loading...
A A A
Di bidang sosial ekonomi, tantangan klasik yang dihadapi oleh siapapun presiden Indonesia, termasuk Jokowi adalah bagaimana mengakselerasi tercapainya pemerataan dan kemakmuran sebagaima dicantumkan dalam pembukaan UUD 1945. Tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh kecuali dengan menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya dan membuka kesempatan kerja kepada seluruh lapisan masyarakat dengan cara membuka lapangan usaha dengan mendirikan badan usaha.

Caranya adalah dengan mempermudah investasi baik dari luar negeri maupun dan dalam negeri. Persoalan atau hambatan untuk menggenjot investasi di Indonesia yang sudah diakui bersama adalah obesitas regulasi yang saling tumpang tindih (overlapping) dan bertentangan (konflik). Oleh karena itu menciptakan regulasi yang merampingkan berbagai peraturan itulah prioritas yang
harus dilakukan.

Dibuatnya UU Omnibus Law Cipta Kerja yang sudah disahkan DPR, sebagaimana disampaikan oleh Presiden. adalah dalam kerangka logika ini (logical frame) Mempertahankan Ruh Sumpah Pemuda: Menghilangkan Egoisme Kepalas Kantor Staf Presiden (KSP), Jenderal (Purn) Dr Muldoko mengatakan “Negara ini bukan hanya memikirkan buruh semata. Tapi negara juga memikirkan gimana nasib orang-orang yang saat ini depan mata butuh mendapat pekerjaan. Buruh jadi atensi, tapi di belakang buruh masih banyak orang antri perlu dapat pekerjaan”.

Saya memahami Inti Makna dari Statemen Mantan Panglima TNI ini dalam dua hal. Pertama, bahwa negara tidak hanya memikirkan sebagian masyarakat, tetapi juga memikirkan seleuruh lapisan masyarakat termasuk para buruh yang saat ini sudah bekerja dan dan juga jutaan orang yang akan memasuki dunia kerja yang memerlukan lapangan kerja baru yang akan tercipta dari investasi. (Baca juga: UU Cipta Kerja, Strategi Pemerintah Cegah Tingginya Angka Pengangguran)

Kedua, secara implisit, mantan Panglima TNI ini mengingatkan agar siapapun termasuk para pekerja atau buruh yang selama ini tergabung dalam serikat dan federasi yang secara terus menerus berdemonstasi menolak UU Omnibus Law Ciptaker agar tidak egois, memikirkan kelompomknya sendiri, melupakan para pencari kerja baru yang memerlukan lapangan kerja yang didapat dari investasi.

Menghilangkan egoisme kelompok, egoisme primordial untuk kepentingan nasional yang lebih besar adalah ruh utama dari Hari Sumpah Pemuda yang yang akan kita peringati pada 28 Oktober. Karena hanya dengan mengorbankan egoisme kelompok, sebagaimana dicontohkan oleh para pemuda yang mendeklarasikan Sumpah Pemuda 92 tahun yang lalu, eksistensi bangsa ini ada.

Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, sudah sepantasnya kalau kita semua, para buruh, para mahasiswa, para intelektual dan tokoh agama memberi tauladan untuk menghilangkan egoism kita demi kepentingan nasional yang lebih besar.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Berita Terkini
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Infografis
3 Air Rebusan Daun yang...
3 Air Rebusan Daun yang Dapat Menghilangkan Bau Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved