Elektabilitas PAN Melorot, Ini Reaksi Loyalis Zulhas vs Amien Rais
Senin, 26 Oktober 2020 - 18:11 WIB
loading...
Elektabilitas PAN turun dari 2% pada bulan Juli menjadi 1,1% pada September 2020. Foto/tangkapan layar youtube
A
A
A
JAKARTA - Dalam survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis Minggu (25/10), elektabilitas Partai Amamat Nasional (PAN) turun dari 2% pada Juli 2020 menjadi 1,1% pada September 2020. Tak sedikit yang mengaitkan turunnya elektabilitas partai yang dipimpin Zulkifli Hasan itu dengan perginya Amien Rais , yang akhirnya mendirikan Partai Ummat .
Hal ini langsung dibantah Juru Bicara (Jubir) PAN Viva Yoga Mauladi. Menurut dia, perginya Amien Rais dari PAN tidak memiliki relevansi dengan turunnya hasil survei PAN karena bukan faktor yang berpengaruh. "Soal ini tidak ada relevansinya dan tidak menjadi faktor yang berpengaruh," kata Viva kepada SINDO Media, Senin (26/10/2020).
(Baca: Gatot Tegaskan KAMI Tak Jadi Parpol, Loyalis Amien Yakin Bakal Gabung Partai Ummat)
Wakil Ketua Umum PAN ini pun mengaku tidak kaget dengan hasil survei itu, karena sejak 2004 hingga tahun 2020 saat ini, elektabilitas PAN dalam survei selalu berkisar antara 1-2% saja. Meski PAN masif membuat program, tetapi ketika di survei hasilnya selalu konstan.
"Kalau berdasarkan survei yang dilakukan lembaga survei tersebut maka sejak pemilu 2009 PAN seharusnya tidak lolos parliamentary threshold," tukasnya.
Padahal, sambung Viva, hasil pemilu ternyata berbeda 500% dengan apa yang ada dalam survei. Karena, PAN selalu lolos ke Senayan sejak Pemilu 2004 lalu demgan perolehan 6,01% hingga 7,59%.
"Padahal hasil perolehan suara dan kursi di Pemilu sangat berbeda dengan hasil survei. Di Pemilu 2004 memperoleh suara nasional sebesar 6,44%, Pemilu 2009 sebesar 6,01%, Pemilu 2014 sebesar 7,59%, dan Pemilu 2019 sebesar 6,84%," beber mantan politikus Senayan ini.
Hal ini langsung dibantah Juru Bicara (Jubir) PAN Viva Yoga Mauladi. Menurut dia, perginya Amien Rais dari PAN tidak memiliki relevansi dengan turunnya hasil survei PAN karena bukan faktor yang berpengaruh. "Soal ini tidak ada relevansinya dan tidak menjadi faktor yang berpengaruh," kata Viva kepada SINDO Media, Senin (26/10/2020).
(Baca: Gatot Tegaskan KAMI Tak Jadi Parpol, Loyalis Amien Yakin Bakal Gabung Partai Ummat)
Wakil Ketua Umum PAN ini pun mengaku tidak kaget dengan hasil survei itu, karena sejak 2004 hingga tahun 2020 saat ini, elektabilitas PAN dalam survei selalu berkisar antara 1-2% saja. Meski PAN masif membuat program, tetapi ketika di survei hasilnya selalu konstan.
"Kalau berdasarkan survei yang dilakukan lembaga survei tersebut maka sejak pemilu 2009 PAN seharusnya tidak lolos parliamentary threshold," tukasnya.
Padahal, sambung Viva, hasil pemilu ternyata berbeda 500% dengan apa yang ada dalam survei. Karena, PAN selalu lolos ke Senayan sejak Pemilu 2004 lalu demgan perolehan 6,01% hingga 7,59%.
"Padahal hasil perolehan suara dan kursi di Pemilu sangat berbeda dengan hasil survei. Di Pemilu 2004 memperoleh suara nasional sebesar 6,44%, Pemilu 2009 sebesar 6,01%, Pemilu 2014 sebesar 7,59%, dan Pemilu 2019 sebesar 6,84%," beber mantan politikus Senayan ini.
Lihat Juga :