Wapres Ma'ruf Amin: Saat Ini Tak Sedikit yang Berdakwah dengan Wajah Garang

Senin, 26 Oktober 2020 - 11:16 WIB
loading...
Wapres Maruf Amin: Saat...
Wapres KH Maruf Amin. Foto/Dok SINDO
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menyebut saat ini melihat ada pihak yang berdakwah dengan wajah garang, seakan jauh dari ajaran Islam sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW.

"Saat ini tidak sedikit yang melakukan dakwah agama Islam dengan wajah yang garang, jauh dari ajaran Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW," ujar Ma'ruf saat memberikan sambutan secara virtual pada acara Haul ke-39 KH Abdul Hamid Bin Abdullah Umar,melalui konferensi video, Senin (26/10/2020).

Mbah Hamid, kata Ma'ruf , sangat diteladani oleh masyarakat di Tanah Air, khususnya di Pulau Jawa. Mbah Hamid disebut mempunyai pengaruh kuat dalam mendakwahkan Islam dengan wajah santun, lembut, dan rahmatan lil alamin.

(Baca juga: Soal Gus Nur, Ma'ruf Amin Tak Ingin Medsos Dikumuhi Hal Tak Produktif ).

"Pendekatan yang beliau (Mbah Hamid) gunakan dalam berdakwah lebih banyak menggunakan pendekatan hikmah, yaitu pendekatan dengan menghadirkan kesadaran seseorang melalui peristiwa tertentu yang dapat mengunci daya nalar dan hati orang tersebut. Sehingga orang tersebut dapat menerima risalah Islamiyah dengan sepenuh hati dan kesadaran," tuturnya.

Ma'ruf berujar, apa yang sudah dijalankan Mbah Hamid merupakan contoh dan teladan yang sangat baik dalam mendakwahkan agama Islam dengan cara hikmah. "Model dakwah yang digunakan oleh Mbah Hamid ini serupa dengan model dakwah yang digunakan para ulama dan para wali terdahulu dalam mengenalkan dan mengajarkan Islam di bumi nusantara," jelasnya.

(Baca juga: Menuju Pusat Halal Dunia, Ma'ruf Amin Sebut 4 Fokus Pembangunan Ekonomi Syariah ).

Ma'ruf mengaku sangat mengagumi sosok Mbah Hamid. Almarhum dalam kehidupan kesehariannya sangat tawadhu', sederhana dan menjauh dari publisitas. "Hal seperti itu dalam tradisi ilmu tasawuf dikenal dengan 'khumul', yaitu fokus pada aktivitas kebaikan dengan membungkus dan menutupinya agar tidak diketahui orang lain," ucapnya.

Ajaran khumul atau tak ingin populer di masa sekarang sudah banyak dilupakan. Segala amal kebaikan yang dilakukan seakan harus diketahui seluas mungkin oleh publik. Publisitas di era digital seakan menjadi kata kunci untuk mengukur kebaikan seseorang.

"Padahal belum tentu apa yang di-publish tersebut mempunyai dampak positif yang lebih besar daripada yang tidak di-publish. Saat ini banyak orang terjebak pada mentalitas syuhrah, yaitu mentalitas pencitraan diri agar dikenal luas. Amal kebaikan yang dilakukan diorientasikan agar di-cover media secara luas. Motivasinya hanya untuk membentuk citra diri, bukan berbuat kebajikan itu sendiri," kata Mustasyar PBNU itu.

"Meskipun begitu dakwah melalui media digital sesungguhnya juga diperlukan pada era saat ini karena dakwah melalui digital jangkauannya lebih luas dan dapat dilakukan kapan dan di mana saja," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Cegah Gesekan Antarumat...
Cegah Gesekan Antarumat Beragama, Penyuluh Agama Kini Dibekali Aturan KUHP Baru
Bareskrim Dalami Laporan...
Bareskrim Dalami Laporan JK terhadap Rismon, Bukti Digital Dikumpulkan
Usai Sowan ke Jokowi,...
Usai Sowan ke Jokowi, Rismon Datangi Kantor Wapres Gibran: Silaturahmi Aja
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Tanyakan Soal Tarif Dagang dan Dampak Perang Timteng
Yusril Kenang Try Sutrisno:...
Yusril Kenang Try Sutrisno: Kesederhanaan Hidupnya Sangat Membekas
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Resmikan Kantor Pusat...
Resmikan Kantor Pusat di Bekasi, DPP DARAM Perkuat Dakwah Nasional dan Luncurkan Program Strategis
iNews Gelar Cahaya Hati...
iNews Gelar Cahaya Hati Awards 2026, Angela Tanoesoedibjo: Semoga Jadi Inspirasi Kita Semua
Rekomendasi
Mobil Jepang Lawas Tetap...
Mobil Jepang Lawas Tetap Rebut Perhatian Penggemar Modifikasi, Ini Alasannya!
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
Berita Terkini
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved