PDIP Akui Terjadi Resesi Demokrasi di ASEAN

Senin, 26 Oktober 2020 - 06:36 WIB
loading...
A A A
"Karena, kalau kita libat di klaster-klaster yang terpukul kan adalah bukan kelompok mereka sebetulnya, tapi kelompkk yang biasanya pendapatannya harian tapi ternyata tadi tidak sekeras respon dari temen-temen yang ada di dua kluster yang tadi saya sebutkan tersebut," terangnya.

Kemudian sambung Eva, jika aparat penegak hukum dikatakan semakin mengontrol demo, sudah barang tentu karena demonstrasi itu merupakan tekanan terhadap peemrintah. Kalau banyak dilakukan demonstrasi lalu muncul insiden banyak orang yang terpapar Covid-19, tentu yang akan disalahkan juga pemerintah.

Jadi pemerintah pada posisi dengan pilihan paling sulit. Tapi, demo tetap dibolehkan tidak seperti negara lain.

"Di negara lain di Rumania enggak boleh karena mereka takut adanya kenaikan yang terpapar, tapi di Indonesia kan enggak, dibolehkan tapi agak dikontrol, tapi dibolehkan lho tidak dilarang sama sekali seperti di Thailand kan ada larangan, apalagi di Myanmar udah enggak bisa lah kamu demo," ungkap Eva.

Lebih dari itu, Eva menambahkan, kalau sosial media (sosmed) yang dijadikan rujukan sementara ada temuan ternyata sosmed itu didominasi kelompok oposisi dan buzzer.

"Dan saya harus mengakui dan pak Jokowi juga ngaku kan bhawa komunikasi publik pemerintah jelek banget, baik masa Covid maupun masa Undang-Undang Cipta Kerja itu kan jelek itu harus kita akui, jadi kalau itu berdampak pda persepsi kepada responden-responden yang terjaring itu masuk akal," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Ferdinand Hutahaean:...
Ferdinand Hutahaean: Jokowi Khianati Prabowo Demi Ambisi Politik Keluarga di 2029
PDIP Kembali Tegaskan...
PDIP Kembali Tegaskan Posisinya Jadi Mitra Strategis Pemerintah: Kami Tidak Nyinyir
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Kebangkitan Nasional...
Kebangkitan Nasional dengan Meningkatkan Kohesi Sosial
PDIP Soroti Perlindungan...
PDIP Soroti Perlindungan Hukum Pihak Ketiga dalam RUU Perampasan Aset
Dua Legislator PDIP...
Dua Legislator PDIP Desak Kementerian PU Tegur Kontraktor Sekolah Rakyat di Muncar
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara
Separuh Penduduk Barat...
Separuh Penduduk Barat Yakin Demokasi Sudah Lumpuh, Apa Pemicunya?
Rekomendasi
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
Berita Terkini
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Panja RUU Polri Sepakati...
Panja RUU Polri Sepakati Usia Pensiun Polisi, Jenderal Bintang 4 Bisa 61 Tahun
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
Majelis Etik Ungkap...
Majelis Etik Ungkap Hery Susanto Perintahkan Pegawai Ombudsman Tak Sentuh Program MBG
OTT di Muara Enim, KPK...
OTT di Muara Enim, KPK Tangkap 10 Orang Termasuk Bupati Edison
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved