DPR Minta Temuan TGPF di Papua Dilanjutkan ke Proses Hukum

Minggu, 25 Oktober 2020 - 14:18 WIB
loading...
DPR Minta Temuan TGPF...
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Gerindra Yan Permenas Mandenas meminta pemerintah menaikkan temuan TPGF ke proses hukum. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Yan Permenas Mandenas mendesak pemerintah untuk segera menindaklanjuti hasil penyelidikan Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF) terkait penembakan pendeta Yeremia Zanambani dan rentetan penembakan yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Menurut Yan, para pelaku harus diproses hukum baik Peradilan Militer maupun peradilan umum dan diumumkan ke publik sebagai langkah keseriusan pemerintah pusat.

"Dalam laporan tersebut, TGPF menemukan dugaan keterlibatan aparat keamanan dalam kematian Pendeta Yeremias Zanambani pada 19 September 2020 lalu," ujar politikus dari Dapil Papua ini, Minggu (25/10/2020).

(Baca: TGPF Intan Jaya Serahkan Hasil Investigasi Kepada Menkopolhukam)

TPGF juga menyebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), sebagai dalang atas kematian Serka Sahlan, seorang warga sipil Badawi pada 17 September, dan Pratu Dwi Akbar Utomo pada 19 September.

"Kasus ini menjadi isu internasional dan politisasi isu HAM karena terbunuhnya pendeta Yeremia Zanambani oleh anggota TNI yang bertugas saat itu. Hal ini harus ditutaskan segera karena pihak Internasional ingin melihat keseriusan pemerintah menuntaskan kasus tersebut," ujarnya.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra ini berharap pemerintah pusat jangan sekadar membangun opini publik, usai diumumkan hasil TPGF. Namun, penyelesaian kasus penembakan Pdt Yeremia Zanambani harus tuntas.

Yan Mandenas meminta Pemerintah tidak sekedar mementingkan aspek sosial politik ketimbang Komitmen Pemerintah terhadap penyelesaian kasus Penembakan Pdt Yeremia Zanambani melalui proses hukum yang berlaku.

(Baca: Investigasi Lapangan TGPF Intan Jaya Diapresiasi Tokoh Papua)

Temuan TPGF, tutur Yan, wajib diteruskan ke pihak terkait dengan melakukan proses hukum terhadap para pelaku dalam rangka memberi efek jera kepada onkum-oknum yang telah melakukan pelanggaran tersebut. "Pelaku jelas telah mencoreng eksistensi Pemerintah di dunia internasional dari aspek pelanggaran HAM," tegasnya.

Pihaknya mengakui rentetan peristiwa penembakan yang terjadi selama ini di Papua sangat mengganggu stabilitas politik dan keamanan secara nasional. Mandenas meminta Pemerintah Pusat konsisten terhadap penyelesaian masalah Papua, sehingga masyarakat internasional dapat melihat keseriusan Pemerintah RI terhadap peyelesaian masalah yang melibatkan oknum anggota maupun institusi TNI.

"Komisi I akan melakukan evalusi bersama Panglima TNI agar segera menindak tegas anggotanya yang terlibat di luar prosedural tugas dan kewajbanya atau melakukan tindakan melawan hukum baik militer maupun peradilan umum yang berlaku," pungkasnya.

(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tolak RUU TNI, Koalisi...
Tolak RUU TNI, Koalisi Masyarakat Sipil Reformasi Sektor Keamanan Geruduk Rapat Panja DPR di Hotel Mewah
Menhan Prabowo Tak Hadir...
Menhan Prabowo Tak Hadir Rapat Bersama Komisi I DPR
Anggota Komisi I DPR:...
Anggota Komisi I DPR: Pembahasan Revisi UU TNI Tunggu Rapat Bamus
Ketua Komisi I DPR Tegaskan...
Ketua Komisi I DPR Tegaskan Revisi UU Penyiaran Belum Ada
Anggota DPR Ajak Warga...
Anggota DPR Ajak Warga Bijak Bermedsos: Saring Sebelum Sharing
KASN Perintahkan Pj...
KASN Perintahkan Pj Bupati Intan Jaya Batalkan SK Mutasi Pejabat yang Tuai Polemik
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Sambut Nataru 2026,...
Sambut Nataru 2026, Pangkogabwilhan III Pastikan Situasi di Papua Kondusif
Bupati Pati Tak Jadi...
Bupati Pati Tak Jadi Dimakzulkan, Komisi I DPR RI: Harus Ada Evaluasi 6 Bulan atau Setahun
Rekomendasi
Terpaksa Menikah demi...
Terpaksa Menikah demi Keluarga, Simak Sinopsis When Rain Meets Summer di V+Short
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Uruguay Tersandera Dokumen...
Uruguay Tersandera Dokumen Pesawat, FIFA dan Maskapai Saling Lempar Tanggung Jawab
Berita Terkini
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved