Tsunami Setinggi 80 Meter Pernah Menerjang Ambon Tahun 1674
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 19:55 WIB
loading...
Literatur di Perpustakaan Rumphius, Ambon menuliskan peristiwa tsunami dahsyat yang melanda wilayah ini pada 17 Februari 1674. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) telah melaksanakan workshop dan kunjungan lapangan untuk pengembangan sistem literasi sejarah kebencanaan di Provinsi Maluku pada Rabu (21/10) dan Kamis (22/10).
Kunjungan lapangan dilakukan oleh tim literasi untuk menggali informasi sejarah kebencanaan di Provinsi Maluku yang dilakukan di 3 tempat yaitu Perpustakaan Rumphius, Perpustakaan Daerah Provinsi Maluku, dan Benteng Amsterdam.
Perpustakaan Rumphius, diambil dari nama seorang ilmuwan, ahli Botani yang selama 50 tahun mengabdikan hidupnya untuk meneliti kekayaan alam Maluku yakni Georg Eberhard Rumphius.
(Baca: Pakar BPPT: Mengacu Katalog Wichman, Potensi Tsunami 20 Meter Tak Lama Lagi)
Dalam perpustakaan ini tersimpan sekitar 10.000 literatur sejarah dari buku ensiklopedia tua, peta Indonesia yang masih dibuat dengan bantuan kompas, buku seri internasional dan juga buku-buku terkait sejarah kejadian bencana di Maluku.
Kunjungan lapangan dilakukan oleh tim literasi untuk menggali informasi sejarah kebencanaan di Provinsi Maluku yang dilakukan di 3 tempat yaitu Perpustakaan Rumphius, Perpustakaan Daerah Provinsi Maluku, dan Benteng Amsterdam.
Perpustakaan Rumphius, diambil dari nama seorang ilmuwan, ahli Botani yang selama 50 tahun mengabdikan hidupnya untuk meneliti kekayaan alam Maluku yakni Georg Eberhard Rumphius.
(Baca: Pakar BPPT: Mengacu Katalog Wichman, Potensi Tsunami 20 Meter Tak Lama Lagi)
Dalam perpustakaan ini tersimpan sekitar 10.000 literatur sejarah dari buku ensiklopedia tua, peta Indonesia yang masih dibuat dengan bantuan kompas, buku seri internasional dan juga buku-buku terkait sejarah kejadian bencana di Maluku.
Lihat Juga :