Pasien dengan Komorbid Jadi Penyebab Tingginya Kematian COVID-19 di Jatim, Jateng dan Sulteng
Rabu, 21 Oktober 2020 - 19:02 WIB
loading...
Pasien konfirmasi positif COVID-19 dengan komorbid atau penyakit bawaan menjadi kelompok yang rentan. Bahkan komorbid menjadi penyebab terbanyak kematian pasien COVID-19 di Jatim, Jateng, dan Sulsel. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pasien konfirmasi positif COVID-19 dengan komorbid atau penyakit bawaan menjadi kelompok yang rentan. Bahkan komorbid menjadi penyebab terbanyak kematian pasien COVID-19 di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, dr Herlin Ferliana menjelaskan berdasarkan Analisa di Provinsi Jawa Timur sebanyak 95% pasien positif COVID-19 meninggal karena komorbid. Jenis penyakit bawaan di antaranya penyakit paru-paru dan jantung. (Baca juga: Kabar Baik, 4.824 Warga Kota Depok Sembuh dari Virus Covid-19)
“Memang karena penyakit bawaan ada yang sakit paru-paru dan diabetes ini akan lebih sulit untuk recovery kondisi kesehatan. Ini menjadi perhatian khusus untuk mereka yang komorbid usahakan tidak sampai tertular,” ujar dr Herlin dalam siaran pers yang diterima SINDO Media saat konferensi pers secara virtual, Rabu (21/10/2020).
Penyebab lain kematian pasien COVID-19 di Jawa Timur adalah datang terlambat ke fasilitas kesehatan. dr Herlin mengaku pihaknya sudah melakukan antisipasi bahwa semua pasien positif COVID-19 tanpa gejala bisa isolasi di rumah.
Selain itu warga juga diminta untuk tidak keluar rumah jika tidak perlu, rajin cuci tangan pakai sabun, dan memakai masker. Terkait kesiapsiagaan, lanjut dr Herlin, SDM kesehatan dan fasilitas layanan kesehatan selalu dipantau dan akan dilakukan penambahan jika diperlukan.
“Ïnsya Allah SDM kesehatan dan alat kesehatan aman di tiga bulan ini. Hal ini tidak jadi persoalan, karena kami sudah menyiapkan 127 rumah sakit tapi kalau pada saat kondisinya berat maka ada lima RS yang akan kami siapkan, yakni RSUD Dr Soetomo, RSUD Dr Saiful Anwar, RSAL dr Ramelan, RS Unair, RSUD Madiun,” ucap dr Herlin.
Sama hal nya dengan kasus di Sulawesi Selatan, penyebab terbanyak kematian pasien COVID-19 adalah penyakit bawaan. Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, dr Muhammad Ichsan Mustari mengatakan kasus kematian di wilayahnya hampir 97% diakibatkan oleh komorbid.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, dr Herlin Ferliana menjelaskan berdasarkan Analisa di Provinsi Jawa Timur sebanyak 95% pasien positif COVID-19 meninggal karena komorbid. Jenis penyakit bawaan di antaranya penyakit paru-paru dan jantung. (Baca juga: Kabar Baik, 4.824 Warga Kota Depok Sembuh dari Virus Covid-19)
“Memang karena penyakit bawaan ada yang sakit paru-paru dan diabetes ini akan lebih sulit untuk recovery kondisi kesehatan. Ini menjadi perhatian khusus untuk mereka yang komorbid usahakan tidak sampai tertular,” ujar dr Herlin dalam siaran pers yang diterima SINDO Media saat konferensi pers secara virtual, Rabu (21/10/2020).
Penyebab lain kematian pasien COVID-19 di Jawa Timur adalah datang terlambat ke fasilitas kesehatan. dr Herlin mengaku pihaknya sudah melakukan antisipasi bahwa semua pasien positif COVID-19 tanpa gejala bisa isolasi di rumah.
Selain itu warga juga diminta untuk tidak keluar rumah jika tidak perlu, rajin cuci tangan pakai sabun, dan memakai masker. Terkait kesiapsiagaan, lanjut dr Herlin, SDM kesehatan dan fasilitas layanan kesehatan selalu dipantau dan akan dilakukan penambahan jika diperlukan.
“Ïnsya Allah SDM kesehatan dan alat kesehatan aman di tiga bulan ini. Hal ini tidak jadi persoalan, karena kami sudah menyiapkan 127 rumah sakit tapi kalau pada saat kondisinya berat maka ada lima RS yang akan kami siapkan, yakni RSUD Dr Soetomo, RSUD Dr Saiful Anwar, RSAL dr Ramelan, RS Unair, RSUD Madiun,” ucap dr Herlin.
Sama hal nya dengan kasus di Sulawesi Selatan, penyebab terbanyak kematian pasien COVID-19 adalah penyakit bawaan. Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, dr Muhammad Ichsan Mustari mengatakan kasus kematian di wilayahnya hampir 97% diakibatkan oleh komorbid.
Lihat Juga :