29 RS Uji Klinis Tahap Kedua Terapi Plasma Konvalesen Pasien Corona

Selasa, 20 Oktober 2020 - 18:44 WIB
loading...
29 RS Uji Klinis Tahap...
Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sejumlah inovasi terus dikembangkan pemerintah untuk menangani Covid-19 (virus Corona) . Salah satunya yaitu penanganan pasien Covid-19 melalui terapi plasma konvalesen.

(Baca juga: Tips Mengasuh dan Merawat Bayi di Masa Pandemi Covid-19)

Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro, menyatakan terapi plasma konvalesen hingga saat ini sudah melalui uji klinis fase I di RSPAD Gatot Soebroto. Hasilnya pun diketahui aman dan tidak menimbulkan efek samping bagi pasien Covid-19.

(Baca juga: Bubarkan Balap Liar di Medan, Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan )

"Salah satu kesimpulannya adalah terapi ini aman, tidak ada efek samping yang membahayakan. Kedua, akan lebih baik kalau diberikan ketika pasien dalam kondisi sedang, tidak dalam kondisi berat," ujar Bambang dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (20/10/2020).

Setelah uji klinis tahap I, terapi tersebut diketahui sudah masuk uji klinis tahap II di beberapa rumah sakit (RS). Sejauh ini ada 29 RS yang diperkirakan bakal ikut menguji terapi plasma konvalesen. Beberapa di antaranya adalah RS Sardjito, RS Soetomo, RS Wahidin, RS Moewardi, RS Saiful Anwar, RS Kariadi, RSPI Sulianti Saroso, dan lainnya.

Lebih lanjut, mantan Kepala Bappenas itu menjelaskan bahwa saat ini Lembaga Eijkman sedang mengembangkan alat untuk mengukur kadar antibodi secara spesifik melalui pengujian darah pasien Covid-19. Selain mengukur kualitas plasma darah yang diberikan oleh pendonor, alat tersebut juga ditujukan untuk mengecek hasil setelah tubuh diberikan vaksinasi.

"Bisa dipergunakan setelah vaksinasi untuk mengecek apakah dari vaksin yang diberikan, muncul daya tahan tubuh (immunity) yang cukup tinggi dan diperkirakan berapa lama imun itu bisa bertahan, sehingga bisa mendorong tentunya upaya untuk perencanaan vaksin di kemudian hari," terang dia.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Bupati Bengkulu Selatan...
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Presiden Jokowi: Kalau...
Presiden Jokowi: Kalau Sudah Masuk Endemi, Kena Covid-19 Bayar
Kasus Covid-19 di Indonesia...
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 190, Meninggal 5 Orang
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Berita Terkini
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Infografis
Rusia Izinkan Uji Klinis...
Rusia Izinkan Uji Klinis Vaksin Campuran Sputnik V-AstraZeneca
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved