Menjemput Pangan Berkeadilan dan Lestari
Senin, 19 Oktober 2020 - 06:36 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga, social safe guard yang mengakui hak ulayat. Ketidakjelasan status pelepasan tanah adat untuk peruntukan program food estate di masa lalu mempertebal penderitaan petani transmigran karena persinggungan kepentingan dan persitegangan dengan penduduk lokal tak terelakkan. Masalah serupa jangan sampai direplikasi.
Selanjutnya, meminjam pernyataan Proudhon, seorang ekonom berkebangsaan Prancis, bahwa "slavery is murder ". Perbudakan gaya baru mutlak ditentang dalam menjalankan program food estate. Tiga hal tersebut penting untuk diinternalisasikan ke kerangka pengelolaan lingkungan hidup dan sosial (environmental and social management framework) dalam merangkai fragmen yang terpencar menjadi sebuah penuntun dalam menjemput food estate berkeadilan dan lestari.
Sudah semestinya eksistensi food estate membawa sukaria bagi petani kita yang selama ini menjadi penyangga sistem pangan, juga pahlawan bagi kemanusiaan. Jangan sampai kemuraman kolosal menghampiri petani, masyarakat sekitar, serta stakeholders terkait sebagaimana terjadi pada era sebelumnya. Alih-alih berkontribusi menjadi cadangan lumbung pangan nasional, food estate akan menguap sebagai fantasi dari harapan semu bilamana proses penyiapan, pengolahan lahan, aspek pembangunan manusia yang semua berlandaskan keadilan dan kelestarian tidak sungguh-sungguh dijalankan.
Selanjutnya, meminjam pernyataan Proudhon, seorang ekonom berkebangsaan Prancis, bahwa "slavery is murder ". Perbudakan gaya baru mutlak ditentang dalam menjalankan program food estate. Tiga hal tersebut penting untuk diinternalisasikan ke kerangka pengelolaan lingkungan hidup dan sosial (environmental and social management framework) dalam merangkai fragmen yang terpencar menjadi sebuah penuntun dalam menjemput food estate berkeadilan dan lestari.
Sudah semestinya eksistensi food estate membawa sukaria bagi petani kita yang selama ini menjadi penyangga sistem pangan, juga pahlawan bagi kemanusiaan. Jangan sampai kemuraman kolosal menghampiri petani, masyarakat sekitar, serta stakeholders terkait sebagaimana terjadi pada era sebelumnya. Alih-alih berkontribusi menjadi cadangan lumbung pangan nasional, food estate akan menguap sebagai fantasi dari harapan semu bilamana proses penyiapan, pengolahan lahan, aspek pembangunan manusia yang semua berlandaskan keadilan dan kelestarian tidak sungguh-sungguh dijalankan.
(bmm)
Lihat Juga :