Habib Rizieq Mau Pulang, Pengamat: Khomeini Pimpin Revolusi Iran dari Prancis
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 07:31 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau berniat menjatuhkan pemimpin yang sah dengan cara jalanan, itu inkonstitusional, UU kita sudah mengatur soal periodesasi jabatan presiden dan wakilnya, setiap lima tahun sekali pemilu. Ya sabar saja sampai 2024," terangnya.
(Baca: Dubes RI Sebut Habib Rizieq Belum Diizinkan Keluar dari Arab Saudi)
Tetapi kalau Rizieq dan gerbongnya keukeh ingin melakukan revolusi, mereka tentu saja harus siap dengan segala konsekuensinya.
"Kalau ingin tetap revolusi ya berarti siap dicekal, dituduh makar atau bahkan dipenjara. Kalau mau revolusi juga ya lebih baik di arab saja. Dari Arab Saudi juga bisa pimpin revolusi, Imam Khomeini memimpin revolusi Iran dari Prancis," katanya.
(Baca: Dubes RI Sebut Habib Rizieq Belum Diizinkan Keluar dari Arab Saudi)
Tetapi kalau Rizieq dan gerbongnya keukeh ingin melakukan revolusi, mereka tentu saja harus siap dengan segala konsekuensinya.
"Kalau ingin tetap revolusi ya berarti siap dicekal, dituduh makar atau bahkan dipenjara. Kalau mau revolusi juga ya lebih baik di arab saja. Dari Arab Saudi juga bisa pimpin revolusi, Imam Khomeini memimpin revolusi Iran dari Prancis," katanya.
(muh)
Lihat Juga :