Budayakan Pakai Masker untuk Redam Penyebaran Covid-19

Kamis, 15 Oktober 2020 - 06:35 WIB
loading...
A A A
“Inilah mengapa kita harus menggunakan masker . Kalaupun kita berada dekat orang yang terinfeksi Covid-19, apabila kita menggunakan proteksi (masker), maka tidak akan mudah menghirup droplet yang dikeluarkan oleh pasien,” ungkapnya. (Baca juga: Diare Juga Bisa Jadi Gejala Awal terjangkit Covid-19)

Percikan lainnya bisa berwujud partikel besar yang bisa menempel pada benda-benda di sekeliling orang yang sakit. Apabila disentuh orang sehat dan tidak melakukan cuci tangan, langsung menyentuh mulut, hidung, atau mengusap wajah, maka akan menyebabkan penularan secara tidak langsung.

Melihat bahaya tersebut, Ika mengingatkan, selain memakai masker, juga perlu menjaga jarak minimal 1 meter dan mencuci tangan di air mengalir dengan memakai sabun (3M).

Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM) Sigit Pramono mengakui tidak mudah untuk membangun kesadaran masyarakat wajib memakai masker. “Diperlukan ketekunan, disiplin, dan juga tidak boleh bosan. Harus mengingatkan pakai masker, tiap hari, tiap saat,” kata Sigit menceritakan kampanye yang telah dilakukannya.

Gerakan yang dia komandoi ini memprioritaskan sosialisasi pada kluster yang rentan, terutama area populasi padat, mobilitas dan interaksinya antarmanusia yang tinggi seperti pasar rakyat, pesantren, daerah wisata, dan transportasi umum. Ada sepuluh kota terbesar yang menjadi lokasi kampanye, mulai dari Jabodetabek, Surabaya, Medan, Bandung, Makassar, Semarang, Palembang, Padang, Batam, dan Bandar Lampung. (Baca juga: Marc Marquez Tetap Absen di GP Aragon)

“Di pasar rakyat, penyuluhan sudah mencapai 9.200 pasar dengan jumlah lebih dari 7 juta pedagang. Selain itu, di pesantren sudah mencapai 65 pesantren dengan lebih dari 91.000 santri dan 3.361 guru, termasuk kiai,” terangnya.

Sigit memahami ada banyak jenis masker saat ini. Namun, satu di antaranya tidak dianjurkan pemerintah untuk digunakan adalah jenis masker scuba. Lantaran tak ingin memicu kontroversial, bagi Sigit, yang terpenting adalah masyarakat minimal membiasakan diri menggunakan masker. “Sekarang adalah pakai masker dulu. Nanti kita akan menyesuaikan dan mulai edukasi,” tandasnya.

Dia juga mengungkapkan, tidak semua orang juga bisa memiliki masker, khususnya kalangan masyarakat yang ekonominya rendah. Untuk itu, produksi masker harus ditingkatkan agar harganya kian terjangkau. “Mau harga mahal atau lebih murah, yang penting pakai masker dan gunakan dengan cara benar,” tandasnya.

Saat ini GPM terus melakukan kampanye atau sosialisasi wajib masker ke berbagai wilayah dan tempat. Cara penyampaian juga harus menyesuaikan dengan pemahaman orang. Misalnya, sosialisasi di pesantren akan berbeda dengan cara kampanye di pasar tradisional. (Baca juga: Bebas Bayar Royalty, Omnibus Law Bikin Pengusaha Batu Bara Happy)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Berita Terkini
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved