Didakwa Palsukan Surat, Djoko Tjandra Bakal Ajukan Eksepsi

Selasa, 13 Oktober 2020 - 14:42 WIB
loading...
Didakwa Palsukan Surat,...
Djoko Tjandra bakal mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa terhadapnya. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Djoko Tjandra memastikan bakal mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU). "Setelah kami berdiskusi kemarin, kami akan mengajukan keberatan atau eksepsi satu minggu ke depan," kata Kuasa hukum Djoko Tjandra, Soesilo Aribowo seusai mendengarkan dakwaan JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (13/10).

Dalam pembacaan dakwaan sebelumnya, JPU menyebut Djoko Tjandra memalsukan surat untuk beberapa hal, di antara surat jalan, surat hasil rapid test hingga surat keterangan kesehatan. Surat-surat tersebut digunakan sebagai syarat dokumen perjalanan Djoko Tjandra ke Jakarta untuk melakukan upaya Peninjauan Kembali (PK)atas perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

Hal itu bermula pada November 2019, Djoko Tjandra yang saat itu berstatus buron cassie Bank Bali berkenalan dengan Anita Dewi Kolopaking di kantor Exchange lantai 106, Kuala Lumpur, Malaysia. Djoko meminta Anita Kolopaking menjadi kuasa hukumnya dalam upaya mengajukan PK atas putusan Mahkamah Agung Nomor 12PK/Pid.Sus/2009 tanggal 11 Juni 2009.

(Baca: Nama Kabareskrim Sempat Tercatut dalam Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra)

Setelah resmi menjadi kuasa hokum, pada April 2020 Anita mendaftarkan PK Djoko Tjandra ke PN Jakarta Selatan. Pengajuan PK ini ditolak karena Djoko Tjandra wajib hadir merujuk Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 1 tahun 2012.

Djoko Tjandra lalu meminta Anita Kolopaking menghubungi Tommy Sumardi untuk mengatur kedatangannya ke Jakarta. Tommy lalu mengenalkan Anita Kolopaking dengan Brigjen Prasetijo Utomo yang menjabat sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri.

Setelah Anita menyampaikan maksud dan tujuan Djoko Tjandra ke Jakarta, Brigjen Prasetijo mengurus keperluan Djoko Tjandra dengan membuat surat jalan, surat keterangan kesehatan, dan surat hasil tes pemeriksaan Covid-19.

Surat-surat itu digunakan untuk Djoko Tjandra masuk ke Indonesia melalui melalui Bandara Supadio di Pontianak dan langsung menuju Bandara Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat sewaan.

(Baca: Djoko Tjandra Didakwa Memalsukan Surat, Terancam 5 Tahun Penjara)

"Bahwa penggunaan surat jalan, surat keterangan pemeriksaan COVID-19, dan surat rekomendasi kesehatan yang tidak benar tersebut merugikan Polri secara immateriil karena hal itu mencederai dan/atau mencoreng nama baik Kepolisian Republik Indonesia secara umum dan Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri serta Pusdokkes Polri pada khususnya, mengingat terdakwa Joko Soegiarto Tjandra adalah terpidana perkara korupsi dan menjadi buronan Kejaksaan Agung sejak tahun 2009, yang mana seolah-olah Polri khususnya Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri telah memfasilitasi perjalanan seperti layaknya perjalanan dinas yang dilakukan oleh orang bukan anggota Polri," kata jaksa.

Djoko Tjandra didakwa melanggar Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP, Pasal 426 KUHP, dan Pasal 221 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Raka Dwi Novianto
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendiktisaintek Brian...
Mendiktisaintek Brian Yuliarto Bakal Bawa Skandal Riset Palsu ke Jalur Hukum
Parah! Warga Masih Hidup...
Parah! Warga Masih Hidup Dipalsukan Akta Kematiannya demi Warisan di Gorontalo
Ngabalin: Kasus Ijazah...
Ngabalin: Kasus Ijazah Jokowi Proyek dengan Anggaran Sangat Besar
KPK Ungkap Dugaan Pertemuan...
KPK Ungkap Dugaan Pertemuan Djoko Tjandra dan Harun Masiku di Malaysia
Selesai Diperiksa KPK,...
Selesai Diperiksa KPK, Djoko Tjandra Ngaku Tak Kenal Harun Masiku
KPK Periksa Djoko Tjandra...
KPK Periksa Djoko Tjandra Terkait Kasus Harun Masiku
Roy Suryo Cs Laporkan...
Roy Suryo Cs Laporkan Rismon Sianipar dan Istrinya ke Polda Metro Jaya
Imigrasi Jakpus Tangkap...
Imigrasi Jakpus Tangkap WNA Pakistan Pembuat Paspor dan Cap Palsu
Kasus Pagar Laut Bekasi,...
Kasus Pagar Laut Bekasi, Bareskrim Polri Periksa Kades Segarajaya
Rekomendasi
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved