BNPB Beberkan Upaya Cegah Zero Victim Bencana Lewat InaRISK
Rabu, 07 Oktober 2020 - 13:17 WIB
loading...
A
A
A
Lilik mengatakan dalam InaRISK ini ada semua informasi bencana. “Ini ada di sini satu informasi. Kami terus mengupdate begitu ada informasi terbaru, kami selalu update ini. Dan ini bisa menjadi referensi kita pada saat ada informasi-informasi terkait dengan ancaman bencana. Jadi tadi kita masuk di jangka pendek, jadi saya mencoba untuk memasukkan setelah kita punya informasi kita kroscek tadi dengan apa yang bisa disampaikan oleh ibu kepala BMKG.”
Dia juga menjelaskan misalnya jika ada potensi hujan yang cukup ekstrim di wilayah Indonesia bagian Tengah dan Timur, maka dengan InaRISK akan diinformasikan wilayah-wilayah mana saja yang harus siap siaga. “Nah ini yang kira-kira tetapi kita selalu butuh dukungan atau data-data mengenai daya dukung lingkungan. Kemudian bagaimana pengelolaan sumber daya airnya termasuk juga kapasitas yang ada di masing-masing daerah,” paparnya.
“Ini menjadi satu bagian untuk unit analisis. Sehingga kalau kemudian kita masuk dalam pemantauan dan integrasi data yang ujungnya adalah informasi yang sudah disampaikan oleh Ibu Kepala BMKG tadi, maka yang harus kita lakukan adalah informasi ini dengan kroscek dari peta risiko bencana yang kita miliki harus sampai pada daerah dan masyarakat,” imbuh Lilik.
Selain itu, Lilik menambahkan upaya ini menjadi hal yang penting untuk diterjemahkan informasi-informasi menjadi satu kegiatan atau satu aksi yang harus dilakukan di daerah. “Ini menjadi sesuatu yang sangat penting sekali. Karena kita tahu bagaimana informasi pusat sampai ke daerah ini ada satu proses desentralisasi di sana.” (Baca juga: Luhut Imbau Gubernur se-Pulau Jawa Waspada Penyebaran COVID-19 Saat Musim Hujan)
Sehingga, tambah Lilik upaya ini sebagai mitigasi sekaligus memberikan rekomendasi kepada kepala daerah untuk menghadapi bencana. “Apa yang harus dilakukan oleh gubernur, apa yang harus dilakukan oleh bupati, wali kota. Apa yang harus dilakukan oleh camat. Apa yang harus dilakukan oleh kepala desa atau lurah sampai RT/RW dan bahkan sampai keluarga. Sehingga tadi itu tujuan kita bersama untuk zero victim terkait dengan La Nina dan gempa bumi dan tsunami yang sudah disampaikan tadi itu bisa kita jalankan dengan baik,” tegasnya.
Dia juga menjelaskan misalnya jika ada potensi hujan yang cukup ekstrim di wilayah Indonesia bagian Tengah dan Timur, maka dengan InaRISK akan diinformasikan wilayah-wilayah mana saja yang harus siap siaga. “Nah ini yang kira-kira tetapi kita selalu butuh dukungan atau data-data mengenai daya dukung lingkungan. Kemudian bagaimana pengelolaan sumber daya airnya termasuk juga kapasitas yang ada di masing-masing daerah,” paparnya.
“Ini menjadi satu bagian untuk unit analisis. Sehingga kalau kemudian kita masuk dalam pemantauan dan integrasi data yang ujungnya adalah informasi yang sudah disampaikan oleh Ibu Kepala BMKG tadi, maka yang harus kita lakukan adalah informasi ini dengan kroscek dari peta risiko bencana yang kita miliki harus sampai pada daerah dan masyarakat,” imbuh Lilik.
Selain itu, Lilik menambahkan upaya ini menjadi hal yang penting untuk diterjemahkan informasi-informasi menjadi satu kegiatan atau satu aksi yang harus dilakukan di daerah. “Ini menjadi sesuatu yang sangat penting sekali. Karena kita tahu bagaimana informasi pusat sampai ke daerah ini ada satu proses desentralisasi di sana.” (Baca juga: Luhut Imbau Gubernur se-Pulau Jawa Waspada Penyebaran COVID-19 Saat Musim Hujan)
Sehingga, tambah Lilik upaya ini sebagai mitigasi sekaligus memberikan rekomendasi kepada kepala daerah untuk menghadapi bencana. “Apa yang harus dilakukan oleh gubernur, apa yang harus dilakukan oleh bupati, wali kota. Apa yang harus dilakukan oleh camat. Apa yang harus dilakukan oleh kepala desa atau lurah sampai RT/RW dan bahkan sampai keluarga. Sehingga tadi itu tujuan kita bersama untuk zero victim terkait dengan La Nina dan gempa bumi dan tsunami yang sudah disampaikan tadi itu bisa kita jalankan dengan baik,” tegasnya.
(kri)
Lihat Juga :