BKKBN: Mobilitas Penduduk Harus Dikaitkan dengan Daya Dukung Lingkungan

Selasa, 06 Oktober 2020 - 22:56 WIB
loading...
BKKBN: Mobilitas Penduduk...
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Dwi Listyawardani mengatakan, mobilitas penduduk harus dikaitkan dengan daya dukung lingkungan. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan pentingnya daya dukung lingkungan dalam menghadapi mobilitas penduduk di Indonesia.

Hal itu terungkap dalam webinar yang mengambil tema istilah Nowhere, Everywhee. Tema ini mengilustrasikan mobilitas penduduk di masa depan yang sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Dalam beberapa waktu terakhir, kemajuan teknologi (akibat transformasi digital dan pandemi Covid-19) telah memungkinkan penduduk untuk berada di mana-mana tanpa harus pergi ke mana-mana.

Webinar yang dipandu Kepala pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Herry Yogaswara MA, ini menampilkan pembicara Senior Demographer, Macquarie University, Sydney, Australia Dr. Salut Muhidin. Senior Advisor, Urban Regional Development Institut Wahyu Mulyana serta Peneliti Lembaga Demografi, FEB, UI Chotib Hasan. (Baca juga: Jokowi Tunjuk BKKBN sebagai Penanggungjawab Utama Penanggulangan Stunting)

Kegiatan webinar ini terinspirasi dari Prof. Aris Ananta, President, Asian Population Association (APA, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Visiting Professor, Center for Advanced Research, Universiti Brunei Darussalam) pada Symposium on Social Science 2020 bertema Rethinking the Social World in the 21st Century yang diadakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada 24-25 Agustus 2020.

Pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap pekerja migran. Pasalnya, hak-hak dasar mereka dan keluarganya amat memprihatinkan. Pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan kurang mendapat perhatian. Padahal para pekerja migran yang berjuang menafkahi keluarganya dari negeri orang adalah pahlawan. (Baca juga: Pemenang Scroll of Honour-UN Habitat Takjub Tanaman Kelor Anak-anak)

”Ini karena mereka ikut berkontribusi meningkatkan pundi-pundi devisa negara. Pertanyaannya ada apa dengan pembangunan ekonomi regional? Utamanya pembangunan pertanian," ujar Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Dwi Listyawardani setengah bertanya ketika memberikan sambutan pembukaan pada Webinar Series Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Melalui Pembangunan Berwawasan Kependudukan, Selasa (6/10/2020).

Menurut Dwi Listyawardani, hingga saat ini sumber nafkah penduduk sebagian besar ditopang oleh sektor pertanian. Meski bergeser ke industri, tapi pembangunan tetap berbasis pertanian. Dari fakta yang ada, kata Dwi, kini sektor pertanian tidak lagi diminati oleh generasi saat ini. Untuk mendapatkan penghasilan yang layak, mereka lebih memilih menjadi pekerja migran. Padahal, kondisi ini akan menjadi masalah dari aspek kependudukan. (Baca juga: BKKBN Gelar KOREN II untuk Hasilkan Dokumen dan Anggaran Berkualitas)

"Kabupaten Lamongan, Jawa Timur contohnya. Pimpinan daerahnya tidak masalah terjadi migrasi penduduk di wilayahnya. Tapi dari aspek penduduk, itu masalah. Karena penduduk yang berpindah tetap akan menjadi masalah bagi daerah tersebut nantinya," tandas Dwi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ratifikasi Konvensi...
Ratifikasi Konvensi ILO 188, Perlindungan Pekerja Laut Perlu Diperkuat
Prihatin Kapal TKI Ilegal...
Prihatin Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Malaysia, DPR: Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan...
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 3.570 WNI dari Malaysia
Kolaborasi UICI-KP2MI...
Kolaborasi UICI-KP2MI Tingkatkan Kualitas SDM Pekerja Migran
Prabowo Puji Aksi Heroik...
Prabowo Puji Aksi Heroik Sugianto Selamatkan Lansia dari Kebakaran di Korsel
Kementerian P2MI Dukung...
Kementerian P2MI Dukung Kementrans Kirim Masyarakat Transmigrasi Bekerja ke Jepang
Kisah Deni Maulana,...
Kisah Deni Maulana, Anak PMI Yordania yang Sukses Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan...
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 217 PMI dari Depot Imigrasi ke Tanah Air
Kemendukbangga/BKKBN...
Kemendukbangga/BKKBN Kerahkan TPK Atasi Trauma Keluarga Terdampak Bencana Sumatera
Rekomendasi
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved