Kemenag: Seluruh Pesantren di Tanah Air Harus Bentuk Satgas Penanganan COVID-19
Selasa, 06 Oktober 2020 - 12:19 WIB
loading...
A
A
A
“Yang kedua, pesantren harus memiliki fasilitas yang memenuhi protokol kesehatan. Salah satunya adalah sanitasi, yang insya Allah 4 tahun ke depan meskipun belum semuanya PUPR sudah membantu untuk sanitasi per tahun 100 pesantren,” papar Waryono.
Waryono juga memastikan bahwa lingkungan pesantren harus aman COVID-19 dengan dibuktikan Surat Keterangan Sehat yang diterbitkan oleh dinas kesehatan setempat. “Kemudian, lingkungan pesantren harus aman dibuktikan dengan surat keterangan dari konfirmasi saya ke Pesantren, saya mendapati kesesuaian betul bahwa santri-santri yang akan datang kembali ke pesantren itu membawa Surat Keterangan Sehat itu pun tetap di bawah dengan menjaga protokol kesehatan,” terangnya. (Baca juga: Kemenkes: 69% Pesantren Telah Miliki Surat Kesehatan Aman COVID-19)
Bahkan, kata Waryono para Kiai di pesantren-pesantren melakukan pembatasan dengan tidak menerima tamu untuk sementara waktu dalam rangka mencegah penularan COVID-19. “Dan terakhir, ada kiai-kiai memang sangat ketat tidak menerima tamu sama sekali. Jadi beliau mengisolasi diri di rumah hanya jamaah terbatas dengan keluarga, bahkan anak-anak cucunya yang beda rumah itu belum menerima, belum menerima anak cucunya untuk ketemu. Ini menunjukkan bahwa menurut saya kiai sudah sangat taat dengan aturan,” tutup Waryono.
Waryono juga memastikan bahwa lingkungan pesantren harus aman COVID-19 dengan dibuktikan Surat Keterangan Sehat yang diterbitkan oleh dinas kesehatan setempat. “Kemudian, lingkungan pesantren harus aman dibuktikan dengan surat keterangan dari konfirmasi saya ke Pesantren, saya mendapati kesesuaian betul bahwa santri-santri yang akan datang kembali ke pesantren itu membawa Surat Keterangan Sehat itu pun tetap di bawah dengan menjaga protokol kesehatan,” terangnya. (Baca juga: Kemenkes: 69% Pesantren Telah Miliki Surat Kesehatan Aman COVID-19)
Bahkan, kata Waryono para Kiai di pesantren-pesantren melakukan pembatasan dengan tidak menerima tamu untuk sementara waktu dalam rangka mencegah penularan COVID-19. “Dan terakhir, ada kiai-kiai memang sangat ketat tidak menerima tamu sama sekali. Jadi beliau mengisolasi diri di rumah hanya jamaah terbatas dengan keluarga, bahkan anak-anak cucunya yang beda rumah itu belum menerima, belum menerima anak cucunya untuk ketemu. Ini menunjukkan bahwa menurut saya kiai sudah sangat taat dengan aturan,” tutup Waryono.
(kri)
Lihat Juga :