Wabah Corona Membuat WNI di Melborune Lebih Rajin Mengaji
Selasa, 05 Mei 2020 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
Melbourne yang berpenduduk lebih dari 5 juta jiwa memiliki luas hampir 10.000 kilometer persegi. Ini adalah kota terpadat di negara bagian Victoria.
Di wilayah-wilayah yang jauh dari masjid, komunitas muslim Indonesia dan warga berkebangsaan lain secara rutin menyewa sport hall lokal untuk melaksanakan salat Jumat. “Bagi warga yang kebetulan tinggal di sekitar Kawasan bisnis (CBD) bisa mampir salat Jumat di Gedung Konsulat Jenderal RI di Queens Road,” katanya.
Tak heran jika tidak semua warga Indonesia suka berkumpul di masjid. Selain faktor jarak, masjid memang tak mudah ditemukan seperti di Indonesia.
Di Melbourne juga terdapat museum Islam, yakni Islamic Museum of Australia (IMA) di Kawasan Thornbury. Museum itu dimulai sebagai yayasan nirlaba yang didirikan pada Mei 2010 dengan tujuan mendirikan museum Islam pertama di Australia.
Selain itu untuk memamerkan warisan artistik dan kontribusi historis umat Islam di Australia dan luar negeri melalui tampilan karya seni dan artefak sejarah.
Museum ini didirikan oleh pengusaha Muslim Australia Moustafa Fahour dengan dukungan pemerintah federal Australia. Museum ini adalah museum Islam pertama dan satu-satunya di negara ini.
Selama enam hari dalam seminggu, museum ini menyelenggarakan berbagai konferensi dan acara di berbagai bidang seperti kaligrafi, seni sejarah, lukisan miniatur, kerajinan tangan, dan acara terkini.
Di tahun-tahun sebelum covid 19 mewabah, warga Indonesia di Melbourne yang berjumlah sekitar 3.500 orang berkumpul di rumah sesama perantau, bergiliran. “Kami buka puasa bersama, lalu melaksanakan salat magrib berjamaah, dilanjutkan salat tarawih,” cetus pria 55 tahun itu kepada SINDOnews.
Di wilayah-wilayah yang jauh dari masjid, komunitas muslim Indonesia dan warga berkebangsaan lain secara rutin menyewa sport hall lokal untuk melaksanakan salat Jumat. “Bagi warga yang kebetulan tinggal di sekitar Kawasan bisnis (CBD) bisa mampir salat Jumat di Gedung Konsulat Jenderal RI di Queens Road,” katanya.
Tak heran jika tidak semua warga Indonesia suka berkumpul di masjid. Selain faktor jarak, masjid memang tak mudah ditemukan seperti di Indonesia.
Di Melbourne juga terdapat museum Islam, yakni Islamic Museum of Australia (IMA) di Kawasan Thornbury. Museum itu dimulai sebagai yayasan nirlaba yang didirikan pada Mei 2010 dengan tujuan mendirikan museum Islam pertama di Australia.
Selain itu untuk memamerkan warisan artistik dan kontribusi historis umat Islam di Australia dan luar negeri melalui tampilan karya seni dan artefak sejarah.
Museum ini didirikan oleh pengusaha Muslim Australia Moustafa Fahour dengan dukungan pemerintah federal Australia. Museum ini adalah museum Islam pertama dan satu-satunya di negara ini.
Selama enam hari dalam seminggu, museum ini menyelenggarakan berbagai konferensi dan acara di berbagai bidang seperti kaligrafi, seni sejarah, lukisan miniatur, kerajinan tangan, dan acara terkini.
Di tahun-tahun sebelum covid 19 mewabah, warga Indonesia di Melbourne yang berjumlah sekitar 3.500 orang berkumpul di rumah sesama perantau, bergiliran. “Kami buka puasa bersama, lalu melaksanakan salat magrib berjamaah, dilanjutkan salat tarawih,” cetus pria 55 tahun itu kepada SINDOnews.
Lihat Juga :