Akademisi Nilai Pilkada Penting untuk Menjaga Kepastian Politik dan Hukum

Selasa, 29 September 2020 - 21:21 WIB
loading...
Akademisi Nilai Pilkada...
Pakar hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menilai keputusan pemerintah dan DPR tetap melaksanakan Pilkada Serentak 2020 adalah untuk keselamatan rakyat salah satunya agar ada kepastian politik dan hukum di tingkat daerah. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pakar hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menegaskan dalam hukum, keselamatan rakyat adalah yang utama. Dia menilai keputusan pemerintah dan DPR tetap melaksanakan Pilkada Serentak 2020 adalah untuk keselamatan rakyat salah satunya agar ada kepastian politik dan hukum di tingkat daerah.

"Pilkada 2020 sudah diputuskan akan dilaksanakan. Pertimbangan utamanya untuk menjaga kepastian politik dan hukum, itu juga bagian dari menjaga keselamatan rakyat," jelas Suparji dalam diskusi virtual tentang pro kontra Pilkada Serentak 2020 yang diselenggarakan oleh Human Studies Institute, Selasa (29/9/2020). (Baca juga: Pilkada Bisa Lanjut jika Penyelenggara-Aparat Tegakkan Protokol Kesehatan)

Karena pemerintah, DPR dan penyelenggara sudah sepakat, Suparji menganjurkan semua pihak agar lebih memfokuskan energi bagaimana pilkada serentak ini tetap terlaksana dengan aman. "Karena sudah ditetapkan, semua pihak harus memiliki political will, political comitment dan political action untuk mendukung supaya tercipta pilkada yang berkualitas, berintegritas dan tetap menjaga keselamatan serta kesehatan rakyat," ucapnya. (Baca juga: Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19)

Akan tetapi Suparji berpesan, meskipun pilkada ini adalah untuk menjamin kepastian politik dan hukum bagi rakyat di daerah, tetap saja pelaksanaanya harus ketat terutama soal protokol kesehatan. "Karena alasan pilkada dilanjutkan adalah untuk rakyat, maka keselamatan rakyat saat pilkada harus jadi prioritas utama," katanya.

Pilkada ini bertaruh nyawa, maka protokol kesehatan harus benar-benar dilaksanakan dengan ketat. "Tidak cukup hanya KPU dan Bawaslu, polisi juga harus hadir secara nyata dalam menjaga keselamatan rakyat. Bagi yang melanggar protokol kesehatan harus ada tindakan dan sanksi tegas,” ujarnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Sempat Ditutup Imbas...
Sempat Ditutup Imbas Ada Unjuk Rasa, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka Kembali
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Berita Terkini
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved